Break


Senja kemarin, kau menyapaku dengan lembut

melalui senyap yang ganjil dan ruangan yang terasa lebih dingin dari semestinya

bukan, bukan karena aku terjebak di dalam influenza ini aku merasa kedinginan

namun, pada ruangan ini kau sampaikan betapa aku tak memiliki apapun kecuali istirah

serta bagaimana Imam Syafii mengatur waktu malamnya

sepertiga untuk menulis

sepertiga untuk qiyam

sepertiga untuk tidur

betapa jauh hidupku dan hidup beliau dalam bingkai nafas dan maut.

HR