Menilai orang lain


Menilai orang lain terkadang menjadi bagian yang sangat krusial karena benar tidaknya pebilaian akan menentukan tindakan yang akan kita ambil. Ketika kita mampu menilai orang lain dengan benar,  maka tindakan dan sikap kita terhadap orang tersebut. Sebaliknya jika menilai orang lain dengan tidak tepat akan menyebabkan kita bertindak dengan tidak tepat dalam mengambil sikap. Meskipun demikian, selalu ada kesempatan kita salah menilai karena perasaan yang tidak suka dengan orang yang akan kita nilai.

Suka tidak sukanya kita dengan orang lain, sebenarnya juga sangat tergantung pada bagaimana kita menyukai diri kita sendiri. Lho, kok menyukai diri kita? Karena sebenarnya yang tidak kita sukai adalah apa yang tidak kita sukai terdapat pada diri kita. Jadi, permasalahannya kalau kita tidak suka dengan diri sendiri akan menyebabkan kita tidak mampu menilai orang lain dengan benar. Atau, dengan kata lain yang tidak dapat kita nilai adalah diri kita sendiri. Mampu menilai diri akan sangat menentukan bagaimana menilai orang lain. 

Mbulet khan? 

Advertisements

Break


Senja kemarin, kau menyapaku dengan lembut

melalui senyap yang ganjil dan ruangan yang terasa lebih dingin dari semestinya

bukan, bukan karena aku terjebak di dalam influenza ini aku merasa kedinginan

namun, pada ruangan ini kau sampaikan betapa aku tak memiliki apapun kecuali istirah

serta bagaimana Imam Syafii mengatur waktu malamnya

sepertiga untuk menulis

sepertiga untuk qiyam

sepertiga untuk tidur

betapa jauh hidupku dan hidup beliau dalam bingkai nafas dan maut.

HR