Menjadi manusia pembelajar

Saya melihat bahwa menjadi manusia paripurna memiliki arti yang lebih luas daripada sekedar gelar. Untuk menjadi manusia aripurna diperlukan keterampilan jiwa, pikiran dan sosial yang memadahi untuk mengwmbangkan diri dan masyarakat yang berinteraksi dengan sang diri agar jauh lebih baik. Dengan kata lain,pembelajaran yang diberikan dalam dunia pendidikan semestinya mampu membangin ketiga aspek tersebut.

Bagaimana membangun jiwa atau mental? Mengingat kata Konfusius, aku mendenfar dan aku lupa,aku melihat dan aku ingat, aku melakukan dan aku paham. Maka untuk menanam mental yang kuat tidak hanya dari nasehat semata,namun harus sampai level mengalami. Untuk hal tersebut, maka diperlukan kemampuan untuk menghadapi masalah secara langsung, face to face dan penuh keberanian. Untuk hal ini, saya berusaha meniru apa yang telah dilakukan oleh para guru zaman dahulu, yaitu memberikan tugas yang kelihatannya tidak mungkin dikerjakan. Namun, sejatinya manusia memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas dirinya, dan ini terbukti. Banyak mahasiswa mengeluh ketika saya tugaskan untuk mwmbaca buku dan menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku tersebut secara lisan. Alhasil beberapa mahasiswa gagal pada pertemuan pertama. Namun, pada tugas berikutnya tak ada satupun yang tak lolos. Berhasil, mereka bisa.

Meskipun demikian, lolos di tahap pertama hanya bisa membuka kapasitas. Kapasitas musti ditingkatkan karena kapasitas yang ajeg hanya untuk mereka yang berhenti belajar. Bagaimana meningkatkan kapasitas? Saya mengajarkan pada mahasiswa sebuah permasalahan yang baru dan belum pernah ditemui. Dengan terbukanya kapasitas, ternyata mayoritas dari mereka langsung bisa beradaptasi dengan masalah baru tersebut.

Terakhir, menjadi manusia pembelajar berarti harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dalam istilah Bung Hatta, seorang mahasiswa harus dapat bertoleransi dengan berbagai ide, tanpa harus terpengaruh. Unsur sinergis jauh lebih diutamakan, oleh karena itu, diskusi adalah sebuah keniscayaan.

Demikianlah tiga hal yang harusnya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Manusia manusia pembelajar yang akan menjadi pembangun bangsa. Manusia manusia pembelajar yang tak akan curang ataupun menyerah. Manusia manusia pembelajar yang akan menegakkan panji kebesaran kita sebagai sebuah bangsa.

*ruang baca fpk unair.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

3 thoughts on “Menjadi manusia pembelajar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s