Diskusi warung kopi

Diskusi warung kopi diiringi lagu dangdut dan asap rokok yang mengepul tinggi merupakan sebuah kultur di Indonesia. Saya bukanlah seorang perokok, namun sering ikut duduk bersama tukang ojek, tukang becak, kuli pabrik, pegawai bank, sales rokok di warung kopi. Mereka diikat dengan diskusi lepas tanpa beban dan perasaan persaudaraan yang kental. Tak heran kalau secangkir kopi dan selembar koran bisa jadi diskusi panjang untuk mengurangi kegundahan pikiran.

Di tempat yang lain saya menemui mahasiswa saya yang duduk sambil memegang gadget-nya. Sebentar kemudian menyeruput es teh dan berbincang tentang pacar atau artis yang sedang di blow up oleh media. Sebentar kemudian mereka menenteng buku praktikum yang masih rapi, sedikit tergesa melihat saya sudah naik tangga menuju Laboratorium. Tidak ada suara ketika saya bertanya, hanya sepi menyapa ketika diskusi di kelas dimulai, dan hanya line yang dibaca ketika saya bertanya tentang sebuah tema.

Kadang saya bertanya pada diri, apakah ini sebuah kampus? Atau warung kopi yang lebih kampusiawi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s