Mendidik, bukan mengajar

Mendidik, bukan mengajar. Frase ini merupakan hal semestinya dilakukan oleh seorang pendidik. Meskipun demikian, proses pendidikan kita masih dipenuhi dengan proses mengajar. Lebih lanjut, mengajar dengan berdasarkan pengetahuan terbatas seorang dosen atau guru telah menjadi hal yang lumrah. Bahkan, seorang pendidik pernah menyampaikan bahwa raw material di lembaga pendidikan yang ia tempati terlalu rendah.

Statement di atas sungguh menyedihkan, sebab tugas seorang pendidik adalah mentransformasi raw material yang rendah berubah menjadi berlian prestatif. Lebih lanjut, seorang pendidik juga perlu memberikan fokus utamanya untuk menumbuhkan benih prestasi dalam jiwa sang murid, bukan membuat mereka semakin kerdil.

Pertanyaannya, mengapa seorang pendidik mengeluarkan statement itu?  Mungkin mayoritas siswa saat ini telah berinteraksi dengan media online sehingga fokus mereka untuk belajar berkurang. Meskipun demikian, saya yakin setiap zaman memiliki goddaannya sendiri. Bila zaman ini terganggu dengan gadget, zaman saya oleh play station, zaman Bung Hatta ada pesta dansa, zaman para nabi oleh perdagangan. Namun, semua godaan itu dapat diatasi oleh azam belajar yang tinggi.

Alih-alih hanya mengeluhkan kualitas mahasiswa atau siswa yang menurun, saya berharap kita lebih berfokus pada apa yang dapat kita lakukan. Memmang benar, terkadang saya cukup terganggu dengan murid yang menggunakan gadget ketika di kelas. Namun, saya tahu yang salah bukan mereka. Yang salah adalah bagaimana saya mengemas pembelajaran yang berlangsung,tidak jelasnya fokus atau tujuan pembelajaran yang saya sampaikan.

Oleh karena itu, saya lebih melihat bagaimana kita mendidik diri sebelum mendidik siswa itu yang lebih penting. Apakah saya sudah mendidik diri untuk siap mendidik siswa? Itu yang sampai saat ini saya tanyakan.

(Menuju fpk unair)

Advertisements

2 Comments

  1. Oh, rupanya bukan saya saja yang merasa terganggu dengan anak didik yang nge-gadget pas di kelas. Syukurlah, saya tidak sendirian di dunia ini :mrgreen:

    Saya teringat film Kungfu Panda 3 kalau ngbrol soal pendidikan. Tugas guru, menurut film itu, buka mengubah anak didik seperti sang guru, tapi nenjadi diri mereka yang lebih baik. “We are not tryng to turn you into me,” kata Master Shifu. “We are trying to turn you into you.”
    🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s