Refleksi Tridharma Universitas

Bagi entitas akademia, konsep Tridharma perguruan tinggi adalah hal yang wajib diketahui. Meskipun demikian, apabila diperbolehkan, saya berharap konsep tersebut mustinya dijiwai. Komponen Tridharma yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi ruh bagi setiap gerak civitas akademia universitas.

Pertanyaan kritis berikutnya adalah apakah konsep tersebut telah benar-benar menjadi ruh?  Atau universitas kita telah menjadi zombi dan menzombie-kan mahasiswa?

Saya teringat nasehat salah satu founding fathers kita,  Bung Hatta. Beliau menyampaikan bahwa semestinya perguruan tinggi mampu menghasilkan calon pemimpin bangsa. Apabila diperas,inti universitas mestinya mampu menghasilkan manusia yang utuh. Utuh dalam halamu memiliki pandangan mandiri yang kuat, namun pada saat yang bersamaan menjadi manusia yang toleran.

Kemudian,  saya menilik kampus kampus di zamrud khatulistiwa ini. Saya menjadi sedih ketika melihat mahasiswa yang dilahirkan oleh universitas kita seperti daun nyiur. Mereka mau saja digerakkan angin sehingga tak memiliki pandangan pribadi. Kedua, yang terjadi adalah mahasiswa yang tidak toleran. Perbedaan LSO atau fakultas, sudah cukup untuk melahirkan tawuran. Meminjam istilah, fakultas telah menjadi tembok yang membikin mahasiswa cinta pada fakultas, bukan bangaa ini secara utuh.

Lantas, apa hubungan fenomena tersebut dengan konsep Tridharma? Menurut saya, hubungannya sangat erat. Apabila konsep pendidikan diterapkan denfan baik, mahasiswa akan memiliki landasan peronal untuk melihat dunia eksternal. Kemudian bwgitu mereka memiliki pandangan eksternal, penelitian memicu untuk bertanya dan menglarifikasi ide atau gagasan mereka sehingga mereka menjadi yakin dan mantab.

Apabila pandangan personal sudah mantab, hal berikutnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Dengan pengabdian tersebut, mereka akan melihat benturan ide antar manusia dan semua ide itu bercampur sehingga membuat mereka mulai memiliki toleransi dengan ide orang lain. Dengan demikian, jadilah mahasiswa kita paripurna. Utuh menjadi manusia yang membaca, bertanya dan merefleksi.

Saya merindukan universitas di Indonesia daat membentuk manusia seutuhnya. Bukan parsial, atau cumq jadi zombi tanpa ruh. Menjadi korban pemikiran orang, penuh keraguan, dan fanatik. Naudzubillah.
(Rumahdesajogja, 2016)

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

4 thoughts on “Refleksi Tridharma Universitas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s