Dogma sentral bioteknologi

Setelah dua kali pertemuan mengajar Bioteknologi Hasil Perairan, saya ingin share tentang apa itu dogma sentral biologi molekuler. Aneh kedengarannya kenapa zaman sekarang masih ada dogma. Namun, memang demikianlah yang masih sama-sama diyakini oleh para ilmuwan biologi molekuler hingga saat ini.

Oke, terkait dengan dogma sentral ini, sedikit banyak mendiskusikan mengenai asal muasal kehidupan dari sudut pandang sel. Bagaimana sel dapat menyimpan informasi. Bagaimana info4masi dapat diterjemahkan. Bagaimana terjemahan info4masi tersebut dapat kontinyu.

Untuk hal pertama,  sejak penemuan Griffith dengan percobaannya, maka diketahui penyimpana informasi ada pada molekul yg terdiri atas gula, phosphate, dan basa nitrogen. Namanya adalah DNA. Jadi informasi genetik kita disimpan dalam bentuk DNA.

Berikutnya, ada pertanyaan bagaimana DNA diturunkan? Maka dogma sentral pertama adalah DNA dapat diperbanyak. Namanya adalah replikasi DNA. Replikasi dilakukan dengan menggunakan DNA polimerase. Untuk mekanismenya semoga dapat saya share di lain waktu.

Lalu, setelah dapat diperbanyak, bagaimana informasi dapat digunakan?  Langsung atau ada perantara? Maka muncullah dogma sentral ke dua,  yaitu DNA dapat ditulis ulang menjadi bentuk kompatibel namanya RNA. Proses penulisan ulang itu disebut transkripsi. Enzim yang berperan namanya adalah RNA polimerase.

Lalu muncul pertanyaan,  apakah RNA sudah dapat berfungsi? Kalau ya bagaimana, kalau belul lalu bagaimana?  Jawaban pertanyaan ini ternyata benar dua duanya. RNA ada yang sudah dapat berfungsi sebagai enzim,  namanya ribozyme. Sedangkan RNA yang belum dapat berfungsi dapat digunakan sebagai kode yang dapat diterj3mahlan oleh ribosom. Oleh karena itu, RNA jenis ini disebut sebagai mRNA atau messenger RNA.

mRNA inilah yang kemudian akan diterjemahkan menjadi peptida atau protein. Peptida atau protein tersusun aras asam amino, sehingga proses kode dari RNA ke asam amino melibatkan penerjemahan kode yang terdiri atas tiga urutan basa nitrogen pada RNA, biasa dis3but sebagai kodon. Kode tersebut selalu dimulai dengan urutan basa AUG yang mengkode metionin, sehingga kode AUG sering disebut start kodon.

Lebih lanjut ada pertanyaan apakah hanya ini saja? Pertanyaan ini lebih santer ditanyakan ketika muncul penemuan virus yang tidak memiliki DNA mrlainkan hanya memiliki RNA. Maka muncul ada reverse transkriptasi dan RNA polimerase dependent RNA replication. Untuk hal terakhir akan saya share di lain kesempatan. (Bus menuju Jogja, 23 Maret 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s