Konsep penataan ruang umum

Sejujurnya saya tidak tahu konsep yang disusun oleh para pakar mengenai tata kelola tempat umum,  seperti terminal,  stasiun,  atau bandara. Saya lebih melihat apa yang saya harapkan ketika saya berada di tempat umum.
Bila kita melihat proyek pembangunan bandara Juanda Terminal 2 misalnya. Konsep yang diusung adalah konsep internasional. Sederhana,  namun fungsional. Dan, hal tersebut sangat sesui dengan kebutuhan. Menurut saya pribadi, semestinya konsep ini yang bersama digunakan. Meskipun, ciri arsitektur yang oriental semestinya daat digunakan sebagai penciri.
Meskipun demikian, saya merasa sedih ketika beberapa kali mengunjungi terminal bus. Konsep tata kelola yang saat ini diusung menjadi lebih fungsional,  toh ternyata masih ada celahnya. Calo, penarik uang parkir tanpa izin, ojek tak terintegrasi, dan pungli toilet masih tetap berjalan. Pernah saya ke Solo,  jelas ada tulisan toilet gratis, namun masih ada penjaga yang mau menerima uang dari pengguna toilet.
Oke,  mungkin ada yang mengatakan emberian itu sukarela. Namun, menurut saya hal tersebut kurang bijak. Sebab apa? Sebab etiket untuk menjunjung aturan juga urgen diterapkan agar dapat memberikan pelayanan prima pada pelanggan.
Baiklah, semoga kedepan sistem tata kelola fasilitas umum jauh lebih baik,  fungsional, efektif, low cost, namun tetap nyaman dan memanusiakan publik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s