Labirin

Labirin-labirin yang dibangun masa lalu

kini kau tambahi tembok baru, kelokan baru, jalan buntu

jebakan baru itu, kau tanam sendiri di dasar paling hantu

lantas, kenapa kau membenci para penghulu waktu?

 

Kau yang berkepala kerbau, mengamuk mengaum

berlarian di dalam labirin, tanpa ingat kau ada di dalam

bentur demi bentur, semakin membuatmu maklum

sebelum akhirnya tenggelam

dalam kegelapan yang kau ciptakan

 

Labirin-labirin itu makin meluas, hingga dunia lepas

hanya sedikit yang mau sebentar menilik masa lalu

dan menemukan sebuah peta kebas

menunjukkan dimana kamu harus menuju

diam, tenang dan berbahagia di dalamnya

Advertisements

2 Replies to “Labirin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s