Meningkatkan TOEFL English

Aku duduk di kamar tengah yang sudah diberesi. Mengamati foto-foto yang juga sudah dibersihkan, memang sih masih beraroma tidak menyenangkan, dan beberapa tempat belum beres. Tiba-tiba saja pingin ngobrol tentang bahasa Inggris.

Banyak orang yang menganggapku bisa bahasa Inggris, ya padahal kalau boleh jujur aku seringnya mah pakai gugle translate, :). Tapi mau apa boleh buat, ini semua sebenarnya dampak. Belajar bahasa Inggris bagiku, bukan dari bangku kuliah, tapi dari praktik yang sangat memalukan. Ya, sekitar tiga tahun-an saya belajar bahasa Inggris. Mulai dari Toefl 340 dan sekaran sudah naik sekitar 200 poin. Ya, dalam tiga tahun. Memang tidak instan, tapi aku menikmati prosesnya.

Bagaimana cara belajar bahasa Inggris? Bagiku ada metode yang lebih cocok untuk dipraktekkan dari pada diteorikan.

1. Melihat acara dalam bahasa Inggris, film, animasi, berita apapun selama yang kamu betah. Oke pada tahapan ini kamu bakal bingung tujuh kepalang, tapi tak masalah. Tahap ini memang pembiasaan saja kok. Aku dulu sekitar 3 bulan melihat berita di NHK, kebetulan kantor ada siaran berita bahasa Inggris ini.

2. Mulai mengucapkan. tahap ini asal-asalan saja. Coz biasanya pertama kali mempraktekkan ada kata-kata dalam bahasa Inggris itu yang nyangkut di tenggorokkan dan nggak mau keluar. It’s good step dude. Kalau kamu mulai mengalami nyangkut menyangkut ini maka selamat kamu sudah pada tahap nomor dua.

3. Pembiasaan. Biasakan no-1 dan no-2 selama sekitar 3 bulan. Jadi tepatlah sudah satu semester. Ya, pada tahap satu semester ini aku dulu sudah bisa lolos Toefl untuk masuk S2, lumayan, di atas 450 lah

4. Terus menerus mempelajarinya dengan caraku sendiri. Bila kamu suka musik, dengarkan. Bila suka film, tonton (tapi nggak usah pakai subscript). Biasakan dan terus biasakan. Ya paling tidak kalau pas ketemu bule dari eropa atau amerika bisa ngobrol lah sedikit-sedikit. Dan kalau lagi jalan-jalan ke LN nggak seberapa malu tanya orang.

Merci.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s