Dilema Pengukuran Protein Kasar

Oke, ini adalah satu pelajaran yang menyenangkan. Tiba-tiba (menambah efek dramatis saja) ada praktikum Kimia Pangan yang mengharuskanku mengajari pengukuran kadar protein kasar pada suatu bahan. Apa permasalahannya? Masalahnya ialah alat yang digunakan berbeda dengan yang selama ini kugunakan.

Aku mulai bertanya pada Laboran, ia juga menjawab belum pernah menggunakan. Tambah lagi satu orang yang bingung. Bertanya pada rekan yang lain, satu dua tiga orang, semuanya belum pernah menggunakan. Jadi sudah lima orang yang bingung. Ah, daripada kebingungan, mending tanya pimpinan yang konon bagian pengadaan alat, eh dia juga nggak tahu, total enam orang yang bingung. Barulah ketemu dengan orang yang tahu caranya. Ternyata simpel. Begini ceritanya:

Tahap pertama disebut dengan tahap penghancuran (destruksi). Tahap ini diawali dengan menimbang barang yang mau diukur kandungan proteinnya sebanyak 0.5 gram. Kemudian di masukkan dalam wadah yang disebut dengan labu Kjeldahl dan ditambah dengan asam pekat (banget) namanya asam sulfat pekat, rumusnya H2SO4 dan pembantu penghancuran yang disebut Tablet Kjeldahl. Ini kenampakan labu Kjeldahl nya:

Kemudian setelah itu bagian bawah labu dipanasi dengan kompor pemanas sampai bletuk-bletuk alias bahan yang dicek tadi mulai hancur dan mengeluarkan asap. Biarkan sampai sekitar 1.5 jam hingga larutan berwarna hijau jernih/ kuning.

Setelah itu dinginkan dan ambil larutan hijau/kuning jernih tadi dan diencerkan hingga mencapai 250 cc. sambil berjalan siapkan erlenmeyer 100 cc yang diisi dengan 10 cc asam borat dan 2 tetes indikator metil merah dan 3 tetes brom cresol green. Jangan tanya kenapa, he he 🙂

Siapkan alat Marcam steel dan masukkan sampel dalam corong ditambah dengan NaOH 40% sebanyak 5 cc. Panaskan sampai larutan menetes (ini namanya tahapan Destilasi) dan ditampung mencapai 50 cc. Nich gambarnya:

Tahap terakhir ialah titrasi dengan H2S)4 0.01 N (ini juga asam sulfat cuma nggak pekat), sampai warna biru larutan tadi berubah menjadi hijau jernih. Masukkan dalam rumus

 

Oke selamat mencoba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s