Pulang

Aku pulang ke rumah ini. Rumah wordpress yang demikian lama tak kukunjungi kecuali untuk mencorat-coret bagian luarnya. Oiya? tentu. Kalau kau membaca tulisan-tulisanku selama ini, semua tulisannya hanya membuat bingung, tak jelas, dan entah maksudnya apa. Namun, itu hanya grafiti yang ada di dinding rumah ini kok, realitasnya aku hanya mampir lewat saja. Nah, hari ini aku masuk kembali ke rumah.

Kau tahu, kunci rumah ini agak lama hilang. semenjak sajak-sajak luka, hujatan pada takdir, serta kaca-kaca depan yang kuremukkan, sekarang aku bisa menemukan kembali kunci yang lain. Kunci belakang, ya apa boleh buat jadi masuk lewat dapur.

Di dapur rumahku ini, ada banyak hal yang tak terawat, serba jumpalitan. Seperti itulah hidup yang selama ini kujalani. Semenjak pertama menjadi mahasiswa sampai akhirnya sekarang sering berdiri di depan mahasiswa, hal yang paling menarik ialah aku tak pernah menikmati apapun. Aku hanya berjalan, memasak asal, mencampur telur, gula, garam, sayuran apapun untuk digoreng sebagai lauk. Ya, mungkin hari ini aku akan mulai masak lebih baik lagi, bukan begitu saudara smartsholeha, Teguh, Moef, Fahri, krisan (ah, aku lupa namamu yang baru), Niefha, Panji, Hanif Arul, mbak Titin, Distya, Minan dan tetangga lain. Kapan-kapan saya akan mengantarkan telur goreng yang mungkin lebih enak dimakan bersama. kalau mau… he he.

Yup, sampai di sini dulu hari ini. Aku mau membersihkan dapur yang belepetan ini. Merci.

Advertisements

14 Replies to “Pulang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s