Arah Jalan

Kemana arah yang kau tuju? tanya seorang laki-laki di belakang pohon. Pohon yang berdahan ular bergoyang serupa ingin menggigitku. “Aku tak melihat jalan di manapun” jawabku sembari masih mengacungkan pedang.

Laki-laki itu keluar dari balik pohon beranting ular, tersenyum dengan santai. Bajunya yang merah menyala, celananya yang ungu kebiru-biruan serta sepatu pink nya membuatku semakin curiga. Ular-ular dari pohon itu mulai turun dan melilit seluruh tubuhnya, lalu kepala mereka mengarah kepadaku, sambil terus mendesis. “Kau hanya akan berjalan berputar, berpura-pura bebas dariku, namun kau akan kembali padaku kalau kau tak memilih arah”

“hentikan omong kosongmu! aku tahu jalan yang harus kupilih. aku tak akan tertipu oleh omonganmu” jawabku sambil mengambil satu langkah mundur.

“Ha ha ha ha… kau tak lebih mengenal dirimu dari pada aku. Kau mencari jalan yang tak ada, aku yakin itu. Padahal yang kau butuhkan bukan jalan, tapi arah, tujuan. Jalan bisa membuatmu berputar-putar seumur hidupmu tanpa menghasilkan apapun, namun tujuan akan membawamu pada suatu tempat yang kau harapkan, meskipun kau akan berputar-putar pada satu jalan selama puluhan tahun” ia melompat tinggi ke arahku. Aku mengayunkan pedang, ular-ular melilit tanganku. Seketika tubuh lelaki itu merasuk dalam tubuhku, ular-ular menggingit sekujur tubuhku, dan aku berteriak memanggil diriku sendiri untuk keluar.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

2 thoughts on “Arah Jalan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s