un voyage

Aku bangun menatap jam dinding. jam dinding menatap jendela. Jendela melihat kota Marseille. Kota Marseille melihat awan mengepul di langit. Awan melihat rintik hujan. Air hujan melihat tanah yang hendak ia hantam sebelum akhirnya terserap atau mengalir bersama air.

Air yang terserap mengikuti jalan-jalan sepi di chateau de chantilly. Ia menatap kastil, kastil menatap seorang yang dalam kelana dari negeri seberang jauh. Laki-laki itu mentap peta Prancis. peta itu menatap garis-garis yang tak utuh menghubungkan dua negara. Garis-garis itu melihat warna warni pada tepi dinding chateau. Dinding melihat rumput. Rumput melihat bus. Bus melihat seorang yang berdiri di tepi stasiun Gare de Lyon.

Stasiun Gare de Lyon menatap Eifel. Eifel menatap seorang laki-laki yang masih menatap jam dinding, tak hendak bangun dari tidurnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s