Tu me manques

Perlahan kereta berjalan meninggalkan stasiun Tugu. Jogja terlihat mulai memendarkan kerlap-kerlip cahaya lampu. Dari kejauhan suara adzan pertama terdengar, segera disusul oleh takbir dari masjid-masjid yang lain. Sepertinya benar-benar megah dan tenang kota ini.

Di atas rel kereta meluncur cepat tak berhenti lagi. Surabaya, kota berikutnya. Adakah yang perlu dicemaskan? Entahlah. Hatiku masih ingin mengatakan “Tu me manques” untuk kota tempatku dibesarkan. Tapi mungkin aku akan kembali dengan banyak hal untuk bahan cerita. Je reviens tout de suite

 

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s