Mediocre

Ah, lagi-lagi aku memiliki pandangan pada wajah didepan cermin. Mungkin kita tak pernah menganggapnya sebagai kenyataan sebelum kita menyentuh dingin kaca itu dan mengetahui ia adalah kita. Bentuk terbalik dari apa yang kita lihat. saya menyebutnya pembalikan.

Kira-kira demikianlah, kalau kita melihat wajah itu sebagai seorang jenius, maka realitasnya adalah kebalikannya. Kalau kita melihatnya sebagai seorang idiot, maka sebaliknya. Bila melihatnya sebagai orang dengan talenta, maka juga sebaliknya. Dan inilah rasanya saya, seorang yang menganggap dirinya pintar, outstanding, multitalenta, penuh semangat membara, inspirator ternyata hanya mediocre. Ordinary.

Tapi, paling tidak saya memutuskan untuk menjadi seperti yang saya harapkan, bukan menerima mediocre ini sebagai alasan, apalagi pembelaan diri. Begitupun dengan pemilu besok, mungkin orang lain akan melihat keburukan-demi keburukan setiap partai yang akan beradu keahlian, namun toh saya melihat sebaliknya. inilah mengapa saya mediocre.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

2 thoughts on “Mediocre”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s