Wajah dibalik Topeng

kau melihat topeng itu terlalu dekat sampai kau bisa melihat mata yang berada dibelakangnya terkatup malu. Maka mengapa tak kau sapa ia dengan halus, dengan rindu yang mendalam dan cinta yang selalu saja salah kau sasarkan? apakah kau akan bangga hanya dengan menjadi lakon sementara sebelum layar penutup diturunkan dan tepuk tangan tak lagi menjadi hal yang indah sebagaimana pertama kali kamu memainkan lakon?

Sudah, sudahi saja kau melihat topeng itu. Sekarang ia telah dilepaskan, dan wajah yang sejati telah nampak. Mengapa kau tak menyapanya dengan hangat, seperti ketika kamu menyapa wajah seorang guru yang lama sekali tak kau temui. Ini bahkan semestinya jauh lebih baik, ia mengenalmu, mengharapmu menyapanya, namun tak kau lakukan.

Sapalah ia, kekasih yang telah mendapatkan keridhaan dari Allah untukmu. Sapalah dengan bahasa yang halus yang dapat kau punyai. Sapalah dengan jiwa yang terpatri dalam tubuhmu, bukan hayal yang mengharapkan topeng-topeng paling cantik yang pernah kau kenali. Sebab, betapapun ia adalah separuh nyawamu, separuh jiwamu, bukan topeng yang berpura-pura tersenyum ketika kau bercanda dengan bayang-bayang masa silammu.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

12 thoughts on “Wajah dibalik Topeng”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s