Maaf

Maaf, kau tahu, itu kosa kata yang mengecewakanku. Namun aku toh membuatnya meluncur dari bibir jemariku jua melalui tulisan ini. Ada yang tak mengetahui mengapa, bahkan sebagian dari diriku. Namun toh aku membuat susunan huruf ini pula. Untuk apa?

Untuk seorang sahabat yang menelusuri jejak-jejak yang ia anggap cahaya dan benar-benar menepati cahaya itu. Maka ia menjadi seorang yang hidup, melihat kekecewaan pada orang yang tolol sebagai masa silam dan kesyukuran yang perlu diingat. Dan akupun tak menyalahkan siapapun untuk itu, aku hanya menyalahkan sisi-sisi dalam diri yang melihat rambut beruban itu cukup keren sebelum akhirnya runtuh dan menjadi tanpa apapun selain tawa yang membuncah di mata orang-orang. Aku mengambil tawa itu, memasukkannya dalam saku dan tetap melangkah maju meski terus dicaci, dimaki, dihujani doa-doa yang mensucikan. lidah siapa yang berkata? Entahlah.

Untuk sepasang sahabat yang mengikat dua blog nya untuk menjadi satu blog. Mereka menyusuri sungai-sungai dan melewatkan gelagat Merapi, Merbabu, dan gunung berapi lain di pulau yang kududuki, kutinggali, dan kuanggap sebagai tanah kelahiranku, meskipun bukan. Ah, kalian, mungkin kalian akan mencampakkan memori tentang hak1m yang tolol, yang bahkan tak memberikan apapun pada hari pernikahan kalian, dan bahkan tak mengigau atas apa yang terjadi. Ia mungkin terlalu terjerat dalam topeng demi topeng yang ia pilih sendiri, menjadi liar dan akhirnya terkurung dalam dua dirinya. Kini, izinkan aku mengucapkan selamat menikah kepada kalian, walaupun toh ini harus ditambah dengan kata maaf.

Untuk seorang yang mengatakan akan membuatkan perahu yang dilayari berdua dengan si tolol ini. Aku beruntung toh kamu membuat kapal yang besar, yang menyebrangi apa yang hendak kita seberangi, dan akhirnya membuatku makin tolol. Kau tahu, aku berhasil menjadi patung untuk berapa lama sebelum akhirnya menjadi puisi yang karam. Namun seperti itulah yang kutahu, aku dan anomaliku, selalu seperti lautan yang mencintai daratan yang ia tenggelamkan. Juga seperti yang kulakukan, toh aku menjadi laut dan kau yang hendak kukikis namun berhasil berlari menjelma jelaga dalam jiwaku, namun sebagai perahu di lautan luas dalam waktu yang bersamaan 🙂 maka kuukir kata maaf itu di air sebelum terhempaskan.

Untuk seorang yang menjadikanku bayangannya dan ia menjadi bayanganku. Atau ia tubuhku, dan aku tubuhnya. Kita tak semesra drama romantika racun meracun ala romeo, atau puisi gila layla majnun, atau cinta hitler pada bangsa arya, ah, aku hanya mengharapkan cintaku dan cintamu seperti rangkaian doa yang diajarkan setiap pagi dan petang : ikatkanlah hati kami ya Rabb. dan maaf, aku tak mengatakannya langsung ke telingamu, sebab kata akan mudah lesap, namun kalau disimpan akan menjelma menjadi ruh baru dalam kata-kata yang tak sama. UEVOLI matahariku. kau bukan awan yang berubah hujan, bukan krisan yang layu oleh musim, bukan cahaya yang membuatku silau, namun kau selalu matahari bagi ketiadaan bernama aku.

Untuk sepasang sahabat yang tak kuketahui mengapa kita menjadi jauh. Entah apakah awan dan bunga krisan terlalu membuatku tolol? entahlah, memang demikianlah hakikat ketololanku itu. Maka, kusampaikan maafku yang mungkin akan mental di tembok-tembok, menjelma noda kotor dan dihinggapi lumut. namun kau tahu, lumut terkadang menjelmakan dirinya lebih dari sekedar lumut. maka, maafkan lumu yang lebih lumut dari siapapun ini.

Untuk seorang sahabat yang tak bisa kukatakan apa. Aku mencintai eksistensimu sebagaimana aku mencintai harapan. Namun, kini kusadari kau melampaui apa yang bisa kukejar sebagai manusia, maka izinkan aku meminta maaf yang dalam. bila kau mendengarku, dengarlah, bila tak mau kau dengarkan, biarkan aku menjelma menjadi seorang guru yang mengajari diriku sendiri arti sebuah kata maaf. 🙂

Advertisements

3 Replies to “Maaf”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s