Dukunganku untukmu

Ada dentang di telangaku, mendengung seperti hendak terus menerus menggebrak jantungku. Aku tak pernah mengharapkan mengenalimu sebagai aku, namun aku tak menyangkal kita senantiasa berjalan beriringan. Ah, tak perlu kau marah atau tercenung oleh semua gelagat konyolku, atau semua yang kulakukan tanpa perhitungan. Sebab ini adalah salah satu yang membuatku bisa menikmati hidup, sebab inilah yang membuatku merasa menjadi manusia. 

Kau pernah mengatakan bahwa kau akan menjadi seseorang, profesor, penyair, penulis atau apapun. Tapi aku punya tujuanku sendiri, mendukungmu sepenuh hatiku, seluruh jiwaku. Ha ha ha… kau mungkin sudah khawatir aku akan melawanmu bukan? tidak, kita satu tubuh satu jiwa, kenapa harus saling memusuhi. Marilah kita kibarkan semua bendera perang yang selama ini kita tegakkan, lalu kita bakar bersama hingga yang tergambar di langit adalah panji kebenaran atas jalan-Nya. Bukan jalan setapak yang kita pilih, atau sungai yang menghanyutkan kita ke posisi ini. 

Diriku, sekarang kita sedang berada dalam jalan menuju satu. Lalu mengapa masih kita menduakannya dengan diri kita?

Advertisements

9 Replies to “Dukunganku untukmu”

      1. dan saya yakin (maaf) akan sangat berat menulisnya. sampai tangan berkeringat, kepala mulai nyut-nyutan, bibir gemetar hampir berteriak.. saran saya, jauhkan gelas dari samping laptop atau pc… he he… (pengalaman pribadi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s