Di Jiwa Kita

Kususuri
jalan-jalan sunyi
daun yang letih
lepas dari rantingnya
berdansa angin
 
langkahku
kuberikan kamu
kebebasan Adam
untuk menuju
satu pintu itu
 
mataku
biarlah kau tatap
gelap cahya 
rumah tua ini
sebelum kau berkedip
dan menyimpan
kegelapan
 
kuketuk pintu
lapuk
menghujan debu
dan suara derit
membias di telingaku
satu salam
satu jawaban
 
kumasuki
lorong demi lorong
dingin yang kosong
sebelum kutahu
ini jiwa kita
 
2014
Advertisements

2 Replies to “Di Jiwa Kita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s