Menikmati Hari Senin: Puisi Senin

Saya tak tahu betul apa yang bisa kita nikmati pada hari senin. Betul satu hari setelah liburan ini menjadi satu hari yang terkadang masih menjadi masa transisi. Antara liburan dan kerja. Namun, toh kita pasti menemuinya. Lantas, mengapa tak menikmatinya?

Seorang kawan menulis puisi tentang hari senin seperti ini:

Aku terlahir di dunia

sebagai hari yang dibenci

lantas kenapa?

aku tetap akan datang

serupa seorang Nabi

yang terus menyampaikan

meski di benci, di caci

Entah apa maksud sahabat yang menyamakan hari senin dengan Nabi. Mungkin ada juga sih persamaannya. Tapi Absurd, he he sory Sob.

BTW, selamat hari Senin… selamat berkarya

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

2 thoughts on “Menikmati Hari Senin: Puisi Senin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s