Pembentukan ATP (Energi Seluler)

Makhluk hidup membutuhkan energi dalam mempertahankan hidupnya. Dulu sewaktu kecil saya bertanya-tanya bentuk energi itu seperti apa. Pernah terbayang bentuknya seperti sengatan listrik, atau mungkin juga seperti tali-tali tak terlihat yang menggerakkan kehidupan. Pertanyaan itu terjawab ketika SMA. jawabnya pun tidak begitu jelas, kata sang guru energi itu bentuknya adalah ATP.

Ketika kuliah S2, barulah jelas apa itu ATP. Mungkin karena otak saya yang limited edition jadi agak lambat mengangkap sesuatu informasi. Energi yang ada tersebut merupakan energi potensial yang terkait dengan lecutan elektron. ATP sendiri merupakan puncak reaksi degradatif (pemecahan bahan makro, seperti glukosa) diikuti serangkaian reaksi. 

ATP adalah nukleotida yang terdiri atas adenin, gugus ribosa, dan satu trifosfat (Gambar 1). Nah, barulah saya sadar bahwa ATP bukan gula, bukan juga protein, bukan mineral, tapi asam nukleat. Suatu zat yang tersusun atas basa nitrogen, gugus gula dan fosfat.

ATP bila dihidrolisis menjadi ADP (adenosin difosfat) dan ortofosfat (Pi), atau menjadi adenosin monofosfat (AMP) dan pirofosfat (PPi), maka akan melepaskan energi yang besar. Energi yang bebas dilepaskan dalam hidrolisis ATP digunakan untuk melakukan reaksi-reaksi seluler, seperti glikolisis, siklus krebs, glukoneogenesis, dan lain-lain sehingga suatu jasad hidup dapat melakukan aktivitas aktif. Berbeda dengan jasad hidup non seluler yang tidak menghasilkan ATP untuk hidupnya, ia hanya menggantungkan diri pada reaksi fisik dan kimia yang terjadi antar molekul penyusun virion.

Hikmahnya: Betapapun besarnya kita, energi yang diberikan oleh Allah kepada kita merupakan susunan reaksi yang sangat kecil, lebih kecil dari bakteri dan virus, bahkan sangat sulit dilihat dengan mikroskop paling cuaaanggih sekalipun. Inilah yang mustinya kita syukuri, sistem seluler kita masih berfungsi dengan sangat rapi, teratur, dan sinkron sehingga kita masih mampu bertahan hidup. Maka nikmat Tuhan mu yang manakah lagi yang engkau dustakan?

Reff: Yuwono, Triwibowo.2005. Biologi Molekular. Erlangga: Yogyakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s