Melampaui yang kau impikan

Sebenarnya apa yang sebenarnya kita inginkan, impikan, harapkan dengan sungguh-sungguh apakah benar-benar bisa diraih? Kadang dalam hati muncul kekhawatiran yang… ya… memang beralasan. Tidak punya modal, tidak punya pengalaman, tidak punya cukup waktu, tidak punya tenaga. Ah, terlalu banyak alasan yang benar-benar logis untuk itu. Namun, untunglah Habibie tidak menggunakan alasan ‘anak sebuah negara yang tak dikenal di Jerman’, untunglah Thomas A. Edison tidak menggunakan alasan kebodohannya dalam matematika, untunglah Rasulullah tidak menggunakan alasan negara Arab yang waktu itu terperosok di lembah ketiadaan sebagai alasan logis. Untunglah mereka tetap tsabat, berjalan dengan pasti dalam jalan yang telah mereka pilih atau dipilihkan oleh Tuhan Semesta Alam untuk mereka. So, semestinya ini jalanku untuk kutempuh hingga ujung hidupku, entah akan tercapai atau tidak, tapi mari kita lampaui pos kecil bernama impian itu….

Advertisements

4 Replies to “Melampaui yang kau impikan”

  1. Jadi?

    memang tidak ada alasan untuk mewujudkan mimpi.
    pernah baca di M3 nya ust Anis Mata.

    “ketika kita punya potensi semisal 10, dan ternyata kita hanya gunakan 5, maka jarak antara 5-10 itu masuk ‘dosa’ ”

    *kalo gaksalah inget, 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s