Jalan-jalan atau Jalan Pagi ke Malioboro?

Hari ini agendanya setelah sembahyang subuh adalah baca Quran lalu berangkat ke Malioboro. Jalan-jalan dengan istri, setelah sekian lama tidak jalan-jalan. Terakhir jalan-jalan ya.. ehm… ke pantai kelihatannya. Juga pas pagi-pagi seperti ini, selain hawanya masih bagus, post penarikan retribusi belum dijaga, masih lagi bisa melihat sunset.

Tapi kalau Malioboro kelihatannya tidak ada yang jaga, lagian sunset ketutup gedung Mal, so, mungkin lebih ke arah lihat-lihat orang-orang yang lagi jalan-jalan lainnya kali ya. Selain agenda jalan-jalan sih, kata istri, mau ngambil belanjaan. Jadilah jalan-jalan plus shoping.

Kalau saya sendiri sebenarnya menilai jalan-jalan itu sebagai wujud pergerakan itu sendiri. Manusia hidup, karenanya ia bergerak. Bergerak menuju suatu arah yang sudah pasti, ya memang berat dikatakan memang, tapi jujur memang kita bergerak menuju tua, menuju mati. Karena pergerakan itulah, maka setiap saat semestinya diberi makna yang dalam, bukan hanya sekedar jalan-jalan, tapi jalan.

Bedanya antara jalan-jalan dengan jalan emang apa? menurut saya sih beda, karena kalau jalan-jalan tujuannya tidak lain selain melihat-lihat, keliling-keliling, dan seterusnya. tapi kalau jalan, berarti ada arah yang jelas, tujuan yang jelas. Nah lo, jadi serius gini kan… emang kagak bisa nggak serius ya Kim? Ha ha ha ha

Advertisements

12 Replies to “Jalan-jalan atau Jalan Pagi ke Malioboro?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s