Rutinitas

Sebenarnya apa benar setiap hari yang kita lalui itu rutinitas? Kalau saya pribadi menilainya tidak seperti itu, sebab matahari yang terbit hari ini, bukan yang terbit kemarin. Yang kemarin nggak terbit hari ini (kalau dua-duanya terbit ngeri juga), ya ini sih hanya konotasi saja. Emang sih mataharinya itu-itu juga dari zaman baheula, tapi bukankah setiap hari ia punya gelombang panas yang berbeda intensitasnya dan tidak pernah sama dari waktu ke waktu? itu berarti dia matahari yang berbeda.

Kok jadi ngomongin matahari ini ya, he he. Oke, mungkin ada yang mengatakan setiap hari aku berangkat ke kantor, pekerjaannya itu-itu mulu, bos marah lagi, temen ngemplang nggak bayar utang, dan lain sebagainya. Tapi apa benar? Bukankah di jalanan kemarin tidak ada motor plat X yang nyelip saking cepetnya? bukankah kemarin gaya emosinya si bos ‘beda’ dengan hari ini? bukankah si tukang ngemplang kali ini sedikit senyum (melecehkan mungkin)? Bukankah… bukankah… bukankah… bukankah

Tentu saja ada hal lain dalam setiap rutinitas. Rutinitas hanya akan jadi momok bagi yang menjadikannya teman akrab. Ah, kalau bisa berteman dengan ‘hal-hal baru’ kenapa memilih ‘rutinitas’? Entahlah.

huh, rutinitas ini….

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s