Semestinya Menggugah

“semestinya menggugah” kata teman saya tentang tulisan. Saya menjawab

“Kenapa?”

“Karena tulisan yang tulus dari dalam hati, akan menggugah hati yang lain. Seburuk apapun diksi yang dia pilih”

“Tapi kata Gorys Keraf…”

“Teorinya demikian, apa menurutmu diksi yang berbunga-bunga bisa menggetarkan hati orang? kalau aku sih males bacanya, muter-muter, tanpa isi. Hambar”

Pembicaraan yang pendek memang, separuh percaya separuh tidak. Tapi ya begitulah, saya menulis karena menyenangkan. Bukan untuk menggugah orang tidur.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

24 thoughts on “Semestinya Menggugah”

  1. Menulis itu bicara menurutku, semacam komunikasi tanpa komunikasi, tapi biasanya memang yang dari hati akan sampai ke hati juga , salam kenal mas πŸ™‚

    Like

    1. memang kadang bisa dari hati ke hati, juga kadang dari pikiran ke pikiran, terkadang dari pikiran ke hati atau sebaliknya. Kalau embuni suka yang mana?

      Like

      1. Kalau tulisannya mengarahnya ke sastra ya itu jadi harus pintar2 membuat kata bermakna yang menutupi arti, harus banyak nulis dan baca masih harus belajar πŸ™‚

        Like

      2. seperti ini,” β€œHatiku mungkin hilang, ia takpernah hancur seperti yang kau bilang, kalau hancur ia hanya akan menjadi keping-keping yang tercecer dan ia akan tetap berada ditempatnya, sesungguhnya hati itu tengah hilang, ini baik, dengan demikian semua akan baik-baik saja” hum artinya hanya bisa dapat dimengerti ketika memahami maknanya,

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s