Novel 1 via Self Publishing

Setelah menyelesaikan studi, lihat-lihat lagi deh folder yang di beri judul ‘MyNov’ pada komputer. Ternyata ada novel yang sudah jadi, satu biji, judulnya Sang Pemburu Singa. Nah, pikir punya pikir, mau diapain ya Novel ini. Kalau mau dikirim ke penerbit kok masih ciut hatinya (pengecut ala Hemingway), dan akhirnya sambil menarik nafas agak dalem, ya sudahlah di posting aja di self publishing.

Problem berikutnya, mana self publishingnya ya? wew, pengalaman cekak. Search google deh, dan ketemu yang paling murah (uangnya digunakan untuk ngurus yudisium… piuuh), diandra creative. Untungnya di Jogja, jadi nggak ada biaya kirim, tinggal ketemuan aja di deket kampus.

Terus tentang apa sih novel ini? Sebenarnya ini pengalaman penelitian di laboratorium yang akhirnya ditarik ke imajinasi ganjil. Al hasil, ya petualangan anehnya si Adra Grenalda, Izama, dan Ksatria Singa Kwaroo-Mamboo. Trus pakai nama pena apa ya? Terserahlah Eru saja biar mewakili frase pertama nama saya (Hak1m bukan nama lho, ini singkatan ‘Hak’ dan ‘1m’, ‘Hak’ hidup kita cuma sepanjang ‘1m’ saja dalam dunia ini. he he, sok filosofis)

Ini penggalan sinopsisnya:

“Ia bernama Alda Grenalda yang periang dengan masa lalu yang suram. Satu keputusan mengubah seluruh jalan hidupnya: berburu Grizli.
Kini lihatlah seorang laki-laki berwajah kusut melintasi sungai penuh buaya, berteman dengan bekas budak hitam bernama Osmar, menyebrangi lautan dengan gagah dan memasuki padang perburuan Singa. Namanya Izama.
Dengarkan suara langkah kakinya yang sangat halus melintasi dedauan kering di hutan, rasakan keberadaannya yang paling murni, sang pemburu singa yang menyatukan seluruh suku-suku di dataran padang rumput Afrika.
Tiga nama berbeda, tiga sifat yang paling berpilin, tiga medan yang menantang sebelum memasuki “peperangan yang ditakdirkan”. Namun ketiganya berada pada satu tubuh, satu jiwa. Kini ia hamba Allah yang terus mencari-cari jawaban. Siapa Aku?. Kenapa aku dilahirkan?. Kemana aku menuju?”

Alhamdulillah…. ini tambahannya, cover

“Piuh… aneh, masak bakteri asam laktat jadinya novel” ini komentarnya he he

Ada masukan? 🙂

Advertisements

24 Replies to “Novel 1 via Self Publishing”

    1. wah saya kemarin terlanjur terbitkan di self publish mas Toro. sekarang rasanya jadi lebih semangat lho, dan mulai project ke 2 🙂
      Mas Toro pernah publish di major publisher kah?

      1. Temen ku yang perna, kata nya sech ampe berkali2 revisi tp yg penting akhir nya terbit juga.
        Aku perna baca di blog juga, malah ada yg diterbitkan sendiri indie label gitu

      2. wow, temennya pasti orang sabar dan tabah he he, kalau secara indie label itu yang seperti apa mas? apa beda dengan self publishing?

      3. Sabar banget nich anak, ampe proses hampir 1th an.
        Mungkin hampir sama tp dia cari2 sponsor juga, jd ngak bener2 modal dia semua. Ntar coba aku cari link nya, kayak nya masih aku simpen

      1. ntar dibantuin promo di blog. etapi pengunjung titin dikiiit ;d

        di fb juga deh, etapi cm pasif di fb. komen tnpa nyetatus.

        di twitter deh, etapi twitternya digembok cm beberapa org ajah. ahahha ;d

        dimana tin bisa baca?

      2. wuakakaka saya kirim deh mbak, tapi masih di cetak. nggak masalah promonya seperti apa kok mbak,
        ada yang baca sudah sangat bahagia. syukur kalau ada manfaatnya, kalau tidak ya tinggal di masukkan rak, jadiin koleksi ‘buku-buku aneh’ saja hehe 🙂
        alamat kirim?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s