GUE Mengubur Mimpi

Mengubur mimpi? Sebenarnya tiba-tiba saja pikiran tentang mengubur mimpi ini muncul. Boleh jadi kita punya banyak mimpi dalam hidup, kalau saya jauh lebih memilih ‘mengubur’ mimpi itu dengan berbagai varian. Bisa dengan tulisan, menjadi ide gagasan, atau yang lain. Sebab menurut saya mimpi itu tidak pantas untuk dikejar. Eits jangan marah dulu para pecinta mimpi, hakimi setelah selesai membaca ya… saya siap dihujani cercaan, cacian terburuk sekalipun lah… 🙂

Oke, kenapa kok saya berani bilang begitu?

saya berani bilang begini karena ada dasarnya. Berikut dasarnya: kalau menurut saya mimpi itu hanya bunga tidur. Jadi apa gunanya mengejar apa yang ada didalam alam tidur, sudah capek, lelah, tidak mendapatkan apapun kecuali capek, lesu, letih, letoy super. Ya, tentunya kalau kita bukan penulis. Sebab bagi penulis beda artinya mimpi itu, ia bisa jadi ide buat tulisan. Betul begitu?

Trus ada yang bilang “Nah yang diseminar-seminar itu suruh mengejar mimpi”. Menurut saya lagi yang sok tahu ini, beda lagi yang disuruh kejar itu. Itu bukan mimpi tapi impian. Kalau impian, itu spesies yang berbeda dari yang disebut mimpi. Emang sih dekat-dekat penyusun katanya, seperti kata susu dengan susut. Beda huruf satu saja dibagian paling belakang sudah beda jauh artinya. Yang pertama sejenis minuman, yang kedua keterangan ketinggian air.

Oke, kembali ke jalan yang benar, ada beda antara mimpi dengan impian. Mimpi itu biasanya juga disebut dengan HTB aka hayalan tingkat bangkot, nah kalau impian itu sesuatu yang memenuhi syarat (menurut Anthoni Robbin) SMART (Specific, Measurable, Achievable, Rationable, Time limit) jadi ia sesuatu yang kita sangat harapkan, spesifik, terukur, dapat dicapai, logis, dan memiliki jangka waktu tertentu. 

So, daripada mimpi macem-macem, mending buat aja impian” kata temen. Nah kalo saya? Kalo saya milih dua duanya. Kadang mimpi, kadang impian, yang penting tetap berjalan dan menuju masa depan sambil bergembira. Ya, asal tetap di jalan yang telah Allah tuntun sih menurut saya tak mengapa. Meskipun ada juga batin dalam hati mengatakan “Lu mestinya bikin dong karya biar nama lu lebih lama dari usia bengek lu“. Ah, terserah katamu lah hatiku, mau mimpi dulu…..

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

2 thoughts on “GUE Mengubur Mimpi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s