Masa Lalu, Kini, Nanti

Nah, kalau menulis tentang ini, bahasanya jadi klise karena menurut saya pribadi, mengenang-enang masa lalu dan mengasihani diri sendiri itu bentuk ketidak ridhaan pada Allah, sedangkan menghayalkan masa depan (nanti) itu hanya menunjukkan bentuk ketidak ikhlasan pada Takdir yang lebih diketahui oleh Allah daripada kita sendiri.

“Huh.. sok tahu kamu Kim” kata seorang teman “kalau menurutku mengenang masa lalu itu justru memberikan ibroh/pelajaran pada kita mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak”

“Hm… terus kalau terkurung dalam ingatan-ingatan buruk seperti punyamu itu gimana mas (ups….nerocos), patah hatimu, kuliahmu, kebanggaan atas geng motormu, apa itu juga bagian dari ibroh/pelajaran mas” (nampaknya ini paling ‘mjj’ bagi teman saya. Sengaja memancing emosinya

“Ha ha ha… itu juga bagian dari ibroh/pelajaran Sob. Bahkan Firaun, Haman, Karun, Dajjal sekalipun itu semuanya pelajaran. untungnya aku bisa langsung mendapatkannya” katanya tenang. saya gagal memancing emosinya

“Trus, pelajaran apa?”

“Pelajaran bahwa patah hati hanya menunjukkan bahwa hatiku tak tercantol pada Allah tapi pada si dia, so.. mungkin Allah ga’ rela kalau hatiku terbelah dua…. hatiku terbagi dua…. wo wo wo” mulai nyanyi.

“Stop” saya

“Stop… kamu mencuri hatiku… hatiku… wo wo wo” Arggghhh dia malah ndangdutan padahal saya serius……

“Serius lah mas!”

“Ciyus?…….” iklan…… arrggh….kita tinggalkan saja teman saya yang sedang ngiklan. mungkin masa lalunya terpenuhi sakit hati, masa kininya terpenuhi iklan tivi dan semoga masa depannya dia bangun dari mimpi…..

Overall… masa lalu baik itu baik atau buruk menurut kita, semuanya pelajaran/ibroh bagi kita yang dipersiapkan oleh Allah agar kita matang di masa kini dan siap menghadapi masa depan. semoga.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

23 thoughts on “Masa Lalu, Kini, Nanti”

  1. setuju. dianalogikan hidup kita adalah mobil yang melaju, masa lalu adalah kaca spion yang perlu kita tengok sesekali supaya kita lebih waspada dan berhati-hati πŸ™‚

    Like

      1. itu juga yang aku usahakan. sayangnya kita nggak bisa format ulang kenangan kita seperti harddisk. kalau kita bisa format ulang kita bisa hapus total, tapi akibatnya kita kehilangan segalanya juga. yang bisa kita lakukan hanya menempatkannya di masa lalu dan tidak mengotak-atik kenangan itu lagi.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s