Refleksi Akhir Pekan

Ada yang berkata pada saya dengan semangat yang membara beberapa waktu silam

“Kita itu harus merefleksi diri di akhir pekan agar dapat menjadi lebih berkesan kawan?” menepuk-nepuk bahu

“Kenapa emangnya harus merefleksi diri sobat?” tanya saya bingung “bukannya lebih enak nonton film kartun, jalan-jalan bareng bidadari, ngunjungin saudara atau mungkin… ‘menulis lanjutan cerita Si Pemaki Vespa’?’

“Aah kamu itu terlalu linear. kalau seperti itu yang kamu lakukan toh novelmu itu tak akan menjadi ‘sesuatu’ (Syahrini, 2012) bro” menepuk lagi pundak

“So, mustinya?”

“Mustinya kamu merefleksikan dirimu, mulai fisik hingga jiwa. Refleksi jiwa bisa dengan shalat dhuha, tilawah quran, atau juga tahajud kawan. tapi kalau refleksi fisik… yah susah dikatakan”

Saya yang bingung menatap mukanya. ada sesuatu yang dia rahasiakan sepertinya, saya bertanya lagi “so?”

“Hm………………berkaca sobat…. berkaca…. lihat lemak di tubuhmu”

?????

*ternyata merefleksikan fisik maksudnya dia suruh mengurangi lemak di tubuh…. wuaaahm… ngantuk lagi jadinya

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s