Mengatur Pikiran

Kalau dipikir lebih banyak, maka pikiran yang lahir juga semakin banyak. Seperti kalau kita memperhatikan jalan yang semakin lama semakin ramai, maka hasilnya ialah pusing yang datang. Saya sendiri tidak tahu mengapa, tapi rasanya memang perlu kita mengatur pikiran agar tidak memusingkan.

Fokus pada sasaran, terus melangkah, dan bila godaan untuk memikirkan hal-hal lain yang tidak terkait dengan tujuan, maka tersenyum sajalah dan mengatakan ‘apakah ini akan mengubah hidupku? atau hanya sekedar membebani hidupku?’

Rasa-rasanya setelah melihat semua orang disekeliling saya, ada yang pernah berkata pada saya dengan nada santainya ‘hidup bukan hanya untuk mempersiapkan hidup. tapi hidup untuk satu tujuan dan karenanya hiduplah pada hidupmu’. Nah kalau omongan teman saya ini menjadi pikiran anda, maka ada baiknya ingat paragraf sebelumnya. “Apakah ini akan mengubah hidupku atau hanya membebani hidupku?”

selamat menikmati kopi manis bernama Senin….

Advertisements

8 Replies to “Mengatur Pikiran”

  1. tentu saja hidup punya tujuan dan seringkali tujuan tidak tercapai namun tidak harus di pikir sampai kita pusing tujuh keliling. Kumaha piye kabare. Sudah lama ga jalan jalan ke tempat ini. Salam sehat selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s