Sel jilid I

Kalau bicara tentang sel, banyak yang akhirnya mengatakan ‘wah males ah mbaca tulisan pelajaran biologi’ atau beberapa mengatakan ‘sel apaan tuh sel… musuhnya Songoku dalam Dragon BallZ ya?’ beberapa diam lalu mengalihkan krusornya dan ‘klik’ terbukalah jendela yang lain…. (walaupun yang pekerjaannya sipir penjara tentunya langsung tertarik dan dikira akan membicarakan ‘sel tahanan’)

“Trus ngapain kita membicarakan sel kalau membosankan?” dan saya mungkin akan menjawab “Pelajaran di kampus atau sekolahan kita memang membosankan (kecuali beberapa dosen atau guru yang ‘dahsyat’ dalam mengajar :)), lalu mengapa kita tidak belajar yang baru di sel itu?”

“Maksudnya?” teman melihat sambil membetulkan kaca matanya “apa yang baru dari pelajaran itu?”

“Yang baru ialah kalau kita lihat tubuh kita. Tersusun atas trilyunan sel. Dan tahukah kawan, seluruh sel itu bekerja dengan aturan yang sangat rapi dan teratur sehingga bisa menjadi KITA. Kalau ada satu sel saja yang tidak mau diatur dan akhirnya hidup sendiri diluar susunan tubuh kita, bagaimana bro?” tanya saya sore itu

“Ya nggak masalah. Toh masih ada trilyunan yang lain yang masih mau bekerja sama” ia tertawa “dan pastinya kasihan benar satu sel yang nggak mau kerja sama itu. Terkucil dan lapar” seringainya

Sayapun ikut tertawa sambil mengatakan “Wah kalau kamu mengatakan KANKER itu terkucil….” berhenti sebentar sambil menatap dengan ekspresi sok serius (hehe) “saya ndak mau ada satupun sel dalam tubuh saya yang TERPENCIL.” teman saya terdiam sebentar sambil mengatakan

“Maksudmu, sel yang hidup sendiri itu… KANKER?” saya mengangguk ia melanjutkan berpikir (kelihatannya sih) “Subhanallah ya… ternyata Ia Maha Mengatur segala-galanya. Alhamdulillah semuanya teratur, bahkan trilyunan sel dalam tubuh kita. Dan berapa trilyun Sel dibumi ini yang Ia atur????” tanyanya. Saya cuma terbengong, niatnya ngetest dia, eh gantian saya yang di skak mat…

“I dunno… yang jelas kalau ngatur sel saja gampang bagi Allah, apalah artinya mengatur rizki bagi kita”

 

Oem.Shrom

 

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

6 thoughts on “Sel jilid I”

      1. yup.. teman mengatakan saya untuk membagi sedikit tentang yang dipelajari. walaupun mungkin mengingatkan pada yang tidak nyaman untuk diingat (termasuk kenangan bersama budhe di RS Sardjito tentunya). namun demikianlah kekuasaan ALlah terhadap satu sel itu…

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s