Mengeluh Tak Membuatmu Lebih Hebat Dari Sapi

Mengeluh tak membuatmu lebih hebat dari sapi, sebab sama saja suaranya sumbang dan tak membuat perubahan. Mengeluh justru membuatmu lebih mirip dengannya bila dibandingkan, terkurung oleh kandang, tak bisa melakukan tindakan, dan hanya memprotes tanpa tindakan.

Hai kawan, keluarlah dari belenggu dihidungmu, bernafaslah diluar dan hiruplah dalam hidup yang sebenar-benarnya hidup. Lalu kembalilah pada kepasrahan yang utuh kepada ALlah. Sebab kepasrahan ialah tanda seorang yang berakal, namun jangan berputus asa, sebab kepasrahan membutuhkan tindakan hingga ujung yang tak bisa lagi dilewati kecuali dengan berserah pada-Nya.

Duhai kawanku, lantas kemanakah akan kau bawa semua beban dipunggungmu? Apa bedamu dengan semua batu yang membeku dan menunggu dihancurkan waktu? berbedalah, sebab lumut akan mengunyah tubuhmu bila kau hanya membatu dan mengeluh lewat seruling angin.

Ah, masalah-masalahku, silahkan bertengger dipundakku sebab aku tahu kamu cuma burung jalak yang sebentar lagi akan mengepak dan tinggal telapak berlumpur. Maka aku akan kembali menanti tapak yang lain untuk singgah. Lalu siklus itu terus berputar hingga akhirnya putaran takdir tak lagi memutar dalam nafasku, dalam darahku, dalam hidup dan tinggal matiku.

oem

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

4 thoughts on “Mengeluh Tak Membuatmu Lebih Hebat Dari Sapi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s