Sebuah Perubahan

“Perubahan apa yang dapat kau lihat jika hanya terus berada ditepi laut dan memandang ombak bergulung-gulung, merasai angin yang meniup kulit, serta menciup aroma rumput laut? Tak ada” 

Ketika membaca potongan cerita tentang laut ini, yang menarik adalah tentang perubahan yang hendak ia sampaikan. Perubahan yang sejatinya tak akan bisa terlihat dengan hanya melihat. Tak akan terdengar hanya dengan mendengar. Tak akan terasa hanya dengan merasakan semuanya. Sebab perubahan memerlukan ketiganya atau bahkan lebih.

Perubahan mensyaratkan kita untuk melihat hal-hal buruk yang ada pada diri kita, mendengarkan kata hati yang makin hari semakin membisik dan hampir serak karena tak sering kita dengarkan, lalu merasakan apakah yang akan terjadi bila ini terus dilakukan, apa yang akan kau benci dari dirimu. Maka perubahan ialah jalan untuk melarikan diri dari jebakan yang telah kita buat sendiri. Untuk diri sendiri.

Ah, membicarakan perubahan hanya menjadi suara angin ditepi pantai kalau hanya dibicarakan. Hanya akan menjadi nyala gejolak api kalau hanya bersemangat karena kata-kata motivasi. Dan hanya menjadi sebatas perasaan tidak nyaman kalau baru dipikirkan.

Putuskan dan sambunglah dengan hal yang baru, yang lebih baik menurutmu lalu menari-narilah diatas api perubahan. Sebab perubahan mensyaratkan ketidaknyamanan, kekurangan makan dan buah-buahan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Namun hatimu akan puas, dan karena puasnya hati itu akan menutup semua sayat luka dikulit, atau bahkan nyawa yang terbang menghadap ke sidratul muntaha dengan tersenyum. Duhai perubahan apa yang kuputuskan?

Advertisements

19 Replies to “Sebuah Perubahan”

  1. “Sebab perubahan mensyaratkan ketidaknyamanan, kekurangan makan dan buah-buahan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Namun hatimu akan puas, dan karena puasnya hati itu akan menutup semua sayat luka dikulit, atau bahkan nyawa yang terbang menghadap ke sidratul muntaha dengan tersenyum”

    SETUJU.. 🙂

  2. membicarakan perubahan hanya menjadi suara angin ditepi pantai kalau hanya dibicarakan…

    membicarakan perubahan hanya menjadi ……. ditepi pantai kalau hanya dituliskan……

    ah…mungkin perubahan mesti menjelma dalam laku, tindak, pikir dan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s