Memaknai Sandal

“Kalau kau melupakan cara mengenakan sandal, ingatlah rasanya”

Ada yang menarik ketika kita memaknai sandal kita. Bahkan ada yang membisiki bahwa sandal yang berwarna warni, atau hanya biru dan putih, atau biru dan putih yang kita sering kita gunakan itu bisa menjadi guru yang baik bagi kita.

Guru? yang benar saja? Dengan demikian bisa kita jawab dengan tegas, Ya, Benar. Segala alam semesta ini adalah bagian dari ayat-ayat yang semestinya dibaca dan dipelajari. Memang aneh, memang tidak wajar, namun begitulah adanya.

Mari kita uraikan makna-makna sandal bagi kita untuk kita aplikasikan hari ini…

1. Lihatlah sandal, ia selalu berada dibawah, diinjak, namun siap melindungi. Sepertinya ia ingin mengatakan pada kita menghormati orang tua kita yang terkadang menyiapkan badan untuk melindungi kita meskipun mereka terluka.

2. Sejujurnya, sandal jarang sekali dilihat oleh orang (kecuali kalau kita sedang kuliah di kelas… 🙂 seolah mengatakan pada kita sesuatu yang memberikan kepada kita manfaat kadang tidak terlihat, maka mulailah melihat sekeliling, jangan-jangan ada seseorang atau sesuatu yang selama ini tidak kita hargai padahal ia sangat bermanfaat dan memberikan pada kita banyak ilmu. Jangan-jangan ia adalah tukang kebun di rumah, atau pengemis yang selalu lewat didepan jalan, atau tukang tambal ban, atau loper koran, atau bahkan jangan-jangan kucing peliharaan dirumah

3. Sandal selalu sepasang sepertinya mengajarkan dalam hidup kita untuk mengimbangi semua kegiatan. Lihatlah sekitar dan dapatilah semuanya berpasang-pasangan. Kadang rasanya sangat sepi bukan kalau menghadapi masalah hidup sendirian tanpa ada yang memberikan dorongan motivasi (karenanya pasangan hidup perlu dihargai dengan besar) dan bagi yang belum memilikinya (termasuk saya) maka berjalan dengan satu sandal dikerumunan teman-teman agaknya menjadi cukup ‘lucu’ ya…

4. Sandal memiliki waktu tertentu hingga ia menjadi rusak dan tercampakkan. Sepertinya mengajari kita untuk memandang semua yang kita lihat, rasakan, dengar, cium, dan cicipi dalam kehidupan ini sebagai bagian yang akan rusak dan tercampakkan. Ada sesuatu yang telah menunggu kita setelah ‘sandal kehidupan’ itu rusak, yakni alam akhirat yang abadi.

Mungkin sementara baru empat pemaknaan ini, seterusnya dapatlah teman-teman amati apa lagi yang bisa dimaknai dan bila telah mendapatkannya bisa disampaikan kepada teman dan kemudian bersama-sama merasakan makna itu lalu mengamalkannya… salam Iqra….

Advertisements

2 Replies to “Memaknai Sandal”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s