Yang Bisa dan Yang Tidak Diubah

ada yang bisa diubah dan ada yang tidak dapat diubah. memang hidup selalu mewartakan nyeri yang tak henti-hentinya menusuk dada. kadang ia ditusukkan dengan sangat cepat hingga kau tak merasakan apapun melainkan air yang membanjiri mata dan pipimu. namun kadang ia ditusukkan perlahan-lahan. hingga tiap goresnya terasa demikian nyeri. Hingga tulang dan dagingmu dikuliti perlahan. hingga habis kesabaranmu dan ingin teriak “brengsek” atau lebih buruk dari ungkapan itu. Meskipun orang lain, seperti budak hitam itu, ia terus mengucapkan Ahad… ahad… ahad….

apakah nyerinya hilang? tidak. Tidak akan hilang. namun mimpinya, namun harapannya, namun tambatan hatinya telah terpatri pada satu tujuan. itulah keridhoan yang tak akan diubah oleh kondisi yang tak bisa diubah sekalipun. itulah arah yang pasti akan dituju. itulah yang tidak bisa diubah. namun kawan, hatimu, hatiku masih bisa diubah. seperti Bilal. BIla nyeri menusuk dadamu… katakan “ahad… ahad… ahad…” maka hati itu akan berubah menjadi tenang. sedangkan nyeri??? ia tetap dan tidak berubah dalam dadamu…

Advertisements

2 Replies to “Yang Bisa dan Yang Tidak Diubah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s