Epos Terakhir Sepasang Kekasih

I
Kukayuh kakiku melewati terjal batu
hanya perih kubawa letih kutanggung
kutangguhkan semua mimpi-mimpi
biar bintang selatan menunjukanku
ada sekejap cahaya dimata sang kekasih
 
II
musim merentangkan lengan kering reranting
seperti seorang ulama mnengadahkan doa
kekasihku hilang ditelan hutan
aku disini melihat bintang utara
siapa menyiram luka dengan garam?
pulanglah lautku….
 
I
kutemukan bintang selatan
kukejar tiap kelok sungai, riak, riap bisiknya
biar kutemukan pondok kecil dibawah gunung
dimana kekasihku merntangkan pepohonan untuk berdoa
menjelmakanku sebagai kelana yang tersesat
dihimpit pepohon dusta
 
II
itukah ia,
kutanya
itukah kekasih?
tawa siapa dibalik rentet bambu
tawa siapa dibalik awan hitam
o, tamu…. mengapa kau terlampau cepat
aku mau berjumpa kekasih
sebelum menemui Kekasih
: takdir selalu menemui kita dengan wajah berbeda
tapi tetap sama cinta
 
I
Duhai, pondok yang megah runtuh
duri melukis wajah kekasih disekujur kulitku
dan kini kujumpai kamboja, nisan, dan namamu
di sini….
Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

10 thoughts on “Epos Terakhir Sepasang Kekasih”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s