Hongkong, Tokyo, Jerman

Tiga wilayah, tiga kota besar yang telah dikunjungi adik angkatan. Dia bilang di Hongkong bus-bus berwarna-warni, bersihnya minta ampun (sambil sungkem ala Solo dan Jogja bahkan), gaji terendahnya lebih dari 10 X gaji UMR indonesia, dan hebatnya Mahasiswa Indonesia adalah mahasiswa tercerdas disana…..

Di Tokyo orang-orang hilir mudik, tidak ada siang tidak ada malam. “Mereka tidak banyak yang bisa bahasa Inggris Mas. Hanya kota Tokyo saja yang lumayan banyak orang bisa bahasa Inggris. Jika dibandingkan dengan orang Indonesia yang saat ini sejak SD sudah bisa cas cis cus bahasa Indonesia… Jauh……”

Di Jerman ada jalan untuk menghargai orang-orang besar dunia. “Disana ada Soehartogaarts mas… Jalan Soeharto untuk menghormati mantan presiden kita. Juga sekali lagi mahasiswa Indonesia begitu banyak. Tambahan lagi, kalau di Taiwan kemarin bahkan saya beli nasi padang dan ngobrol pake Bahasa Jawa (oh… ini bukan di Jerman ya).

“Orang kita itu jauh lebih cerdas dari orang-orang luar Mas. Hanya saja kita minder, gak mau belajar bahasa asing. Kalaupun belajar hanya belajar tata tulis, bukan berkomunikasi. Berbicara. Kita semestinya bisa jauh lebih hebat daripada Hongkong, Jerman, bahkan Jepang. Kita pasti bisa” tutupnya sambil membetulkan kacamata….

Advertisements

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s