Lagi-lagi Kurban, Gak Bosan?

Kurban, seperti tahun-tahun sebelumnya telah datang. Sebagai dua pertanda, satu, semakin berkurang usia yang ada, dua bakal makan daging selama dua bulan, dan ini artinya adalah s.u.f.f.e.r.

Lalu seolah burung yang menyambar ingatan, Kurban telah menjadi semacam rutinitas. Menjadi sesuatu yang tak istimewa. Dari tahun yang lalu begitu, sekarang begitu, belakangan juga begitu. Rutinitas, dan tahu, segala rutinitas akan selalu membosankan. Itulah mengapa saran seorang teman adalah “bunuhlah rutinitas sebelum kau dibunuhnya”. Kalau dia sudah mati, hidup akan berisi sesuatu yang baru, segalanya baru, dan rahasia akan terkuak satu-satu. Tercerahkan. Einstein bilang :” setiap hari adalah keajaiban, atau bukan apa-apa”

Ya, demikianlah nasib Kurban. Tak lagi kita mengingat betapa artinya mengorbankan yang paling kita cintai untuk mendapatkan kecintaan dari Tuhan. Tak lagi kita ingat bahwa setiap darah yang mengalir adalah bukti kita menyembelih sifat kebinatangan kita. Tak lagi kita ingat bahwa setiap daging yang dipotong adalah wujud berbagi rasa kepada semuanya. Tak lagi tersisa. Yang ada hanyalah “rutinitas tahunan”. O, kita tak perlu mengeluhkan itu lagi. Tak perlu mengingat-ingatnya. Toh Tuhan bakal membalas 10 kali lipat lebih baik. Sepuluh kali lipat yang kadang membuat kita lupa untuk bersyukur. (semoga tidak).

Hah, Kurban kurban. Begitulah nasibmu. Kata abstrak dari kejadian menghilangkan nyawa binatang yang dianggap lebih rendah dari manusia. Walaupun bisa jadi yang disembelih lebih tinggi dari yang menyembelih. Paling tidak mereka terus berdzikir dan takut akan Tuhan-nya sedangkan kita….

mungkin lupa caranya. atau pura-pura lupa. Ya Rabb… ampuni kami, kami sembelih sifat kebinatangan kami, kami korbankan cinta kami untuk mendapat cinta-Mu, kami bagikan rasa kenyang dan senang kepada tetangga untuk mendapatkan rasa sayang dan kasih dari-Mu….. amin.

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

6 thoughts on “Lagi-lagi Kurban, Gak Bosan?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s