Ujian Akan Datang Dan Berlalu

Belakangan gunung sejauh +- 30 Km dari rumah kembali membuat panik. Sekitar 35 nyawa dicabut, sekalian yang menjaga gunung itu. Masih terngiang kenangan beberapa kali ketika menginap di rumah beliau, ketika SMA pas waktu kemping (karena hujan deras dan banjir, satu kelompok mengungsi ke bangsal berliau), waktu S1 naik sampai puncak bareng temen-temen, pas waktu lulusan mengisi training outbound (inipun 2 hari menginap di rumah beliau). Sepi. Kembali kesini. Ke depan papan tuts dan layar maya ini. Kutuliskan yang kutahu tentang ujian.

Ujian memang telah menjadi hal biasa bagi kita. Tertekan. Bahagia. Harap-harap cemas. Resah. Sariawan di tiga tempat. Mungkin hal normal bagi kita. Tapi ketika itu adalah kekurangan Nyawa (kematian), apalah yang ku tahu? Ia seperti tersimpan rapi di sebuah kitab. Kitab yang bahkan ulama dan orang-orang yang disucikan tidak mengetahui isinya. Bahkan para Nabi dan Malaikat. Tapi, kita yang bodoh dan tak mengetahui apapun tahu, bahwa itu pasti akan terjadi.

Tapi ada satu tips yang sangat menarik diajarkan pada saya tentang ujian itu. Ketika tak tahu apa yang akan terjadi. Ketika ada keresahan tentang ujian yang akan dihadapi (entah dalam “ujian”, kesenangan, kesusahan) maka ada dua hal yang perlu dilakukan :

1. Hirup nafas dalam dan katakan : INIPUN AKAN SEGERA BERLALU

2. Hembuskan nafas dan katakan : RESAH atau TENANG… IA AKAN DATANG

Semoga dan semoga…… syukuri dan syukuri….. ia akan berlalu… yang baru akan hadir pula……

Advertisements

8 Replies to “Ujian Akan Datang Dan Berlalu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s