Iedul Fitri

awalnya hanya resah yang menjalar semalaman. seharian demam kemudian. disusul ujian bertubi. kita musti tetap berdiri. mengacungkan jari telunjuk. mempersaksikan, anda saksinya, bahwa Ia tak ada yang sebanding dan Ia adalah Illah. lantas sang rasul akhir zaman adalah Abu Qosim. Sang penunjuk jalan.

Tepatlah tepat, semalam terasa Kitab ditangan terasa berat. Sebab hanya beberapa halaman terlewat. dan sebab sebentar lagi tamu agung akan kembali terlewat. aku menatap langit-langit masjid. berharap itu hanya omong kosong. tapi tak, ia ada. ini tinggal sekejap sebelum terlewatkan. lalu dalam jiwa, tiba-tiba nekad juga bertanya : apakah aku sudah sebaik seharusnya? Tidak. tersia-sia… 😦

Hm… aku terkesiap juga. melihat orang-orang berlalu lalang. seperti inai-inai mengerumuni toko baju dan makanan. atau ini semut-semut yang lapar. sedangkan kesempatan terbaik, hidangan terlezat (bukankah berbuka adalah hidangan terlezat yang bisa dinikmati?), malam terberkah, serta sejumlah kesempatan lain segera terlewat. aduhai… betapa dan betapa….

sudahlah sudah… daripada melihat, lebih baik terkesiap dan memanfaatkan waktu berkencan dengan ramadhan ini yang tinggal 3 hari….

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

One thought on “Iedul Fitri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s