untuk seorang @

Ada yang kadang menerka siapa berada didalam diriku. Ia berjalan menyelimuti dirinya dengan topan dan badai. tapi aku tak mengenalinya. kadang ia memperkenalkan dirinya dengan nama tanah. tapi aku tak menginjaknya. lantas mengapa kita menjadikan diri kita menjadi tanah juga sebagai badai? aku tak pernah menyaksikan ketidaktahuan yang lebih dalam selain ini ” kataku perlahan. lantas dibalik semuanya adalah tubuh. lalu dibalik tubuh adalah daging. dan ketika kuselami lautan, karang mengupas segala-galanya tentang kefanaan tubuh. tinggal tulang dan perih. lantas tulangpun tenggelam didasar dzikir. mencari-cari ikan yang akan menjadikannya sarang. tapi iapun akhirnya toh tak menemukan apapun melainkan sumsumnya yang terurai. tulang terurai. airmata terakhir terurai. ah… aku tak mempedulikan kesemaptaan yang kosong. tak lagi mempedulikan kesangsian. hanya membiarkan luka disetiap tapak kakiku menjadi duri kecil dalam pencapaian. sebab lautan yang musti diselami terlampau dalam. lebih dalam dari palung yang sempat kuciptakan. sebab langit yang musti kudaki terlampau tinggi. lebih tinggi daripada hayalan kosong kita disiang bolong. aku tak mau berhenti disini mengamati kemenangan dan kekalahan menjadikan diriku sebagai tontonan. tak mau lagi menjadi kekosongan yang hambar. jadilah air, jadilah angin. jadilah matahari. aku akan menjadi diriku. yang tenggelam perlahan di antara diri dan tiap hati. menyatu dalam tiap desir detak jantung dan harapan. sebab didepanku kupampangkan segala kemungkinan. kubuka tiap lembar kertas kosong dan yang penuh. kusematkan kecup pada tiap kembang yang kuncup. kuambil setiap kerikil dan kubuat kecipak dilautan. sebab meskipun kecil. aku adalah penyusun semestamu juga. dan sebab meskipun besar. kau adalah semestaku juga. lantas siapa yang menaburkan dzikir langit di kaki bukit? Biarlah Musa as yang menyapanya. kucukupkan getar-getar itu sampai disini dan kuteruskan. kusampaikan pada sayap-sayap kosong hingga berisi bulu-bulu baru. sampai nanti kekosongan, tulang tulangku, air mata dan serangkaian takdir menjumpakan kita dengan Yang Tanpa Batasan. (oemar timbl)

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

3 thoughts on “untuk seorang @”

  1. Ayo akhi bangkitlah segera. Ambil air wudhu dan sucikan semuanya. Dengar dan perhatikan, sayup-sayup kerinduan yang sengaja diperdengarkan kepadamu 5 kali sehari. Ceritakan semua disana. Istirahatkan hatimu dan jiwa letihmu. Kau takkan pernah kecewa ketika kau selalu berharap kepada-Nya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s