Bijaksana atau Bijaksini

Sehabis seharian dihabis-habisin hingga habis didepan televisi melihat pertandingan demi pertandinan sepak bola… lalu muncul isyarat yang bertanya dalam diri…: Bijaksana atau bijak sini..

kadang kita melihat yang terjadi diluaran sana selalu membandingkan dan membandingkan. bahkan bila perlu dipertandingkan, dipertaruhkan. Ada teman yang kalah bertaruh tandingan sepak bola hingga ratusan ribu. ada juga yang mempertaruhkan istirahat malamnya untuk menunggu pertandingan pukul 02.00. Mungkin ada yang lebih hebat dari keduanya. tapi yang kemudian menjadi renungan pribadi saya adalah apakah semua itu menjadi keharusan. apakah harus dipertentangkan untuk menjadi yang terbaik? apakah harus mengalahkan untuk menang? ataukah ada  cara lain.

memikirkan hal terakhir, menjadikan penulis ingat masa-masa ketika bermain kelereng di waktu sekolah dasar. berangkat bawa satu kelereng pulang bawa sepuluh. berangkat bawa sepuluh pulang utang kelereng. ya… pertaruhan. lagi -lagi pertaruhan. dan kalau boleh jujur saya tidak pernah mengalami yang namanya kemenangan. kadang menang dan kadang kalah. kalau demikian halnya, mengapa juga demi stimulan yang sesaat itu saya terus bertaruh? jangan tanya saya… saya sungguh seperti rekan-rekan semuanya. Kita memang pernah terjebak didalam pertaruhan demi pertaruhan. namun saat ini bagaimana kalau kita bersama memutuskan untuk tidak lagi bertaruh pada ketidakpastian.

kalau boleh memilih, saya akan memilih kepastian. pasti gagal atau pasti berhasil. kalau tahu pasti gagal saya akan meninggalkannya kalau tahu pasti berhasil maka sesegera mungkin dilaksanakan. namun karena kehidupan kita tidak seperti itu, godaan untuk bertaruh memang besar. terus bagaimana? kok malah muter-muter nich tulisan?

🙂 maaf-maaf… sebenarnya kalau menurut saya sendiri sebagai manusia kita tak lagi butuh bertarung dan bertaruh. kita cukup mencintai kodrat kita sebagai manusia, sebagai hamba Tuhan dan kemudian melakukan tindakan sebaik yang mungkin kita kerjakan. sebab setan tak akan mengganggu dengan kepastian, ia akan mengganggu dengan kemungkinan-kemungkinan yang sesungguhnya kosong. oke… selamat mencintai diri dan kodratnya dan jadilah terbaik….. bersama-sama…….

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

3 thoughts on “Bijaksana atau Bijaksini”

  1. Ketidakpastian dalam hidup itu yang membuat kita berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan..juga yang membuat kita membutuhkan Allah untuk menolong kita…sehingga membuat kita semakin dekat kepada-Nya

    Like

  2. permisi, lagi jalan-jalan trus mampir deh…bertarung dan bertaruh itu manusiawi banget, hanya saja apa yang kita pertarungkan dan apa yang kita pertaruhkan menjadi parameter kemanusiawian kita.. 😀 keep on fighting …he he

    Like

    1. @ Hanif
      itulah mengapa kita harus berpasrah… Sip dah….
      @UPZZ
      silakan mampir, pintu dibuka selebar-lebarnya… untk komen dan rating juga …. heheh…. salam kenal….

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s