Syair Kerinduan Sang Rasul

kerinduanlah bahasa langit Rosululloh

yang membuat rembulan terbelah

dan hati-hati jahil menjadi tercerah

duhai hatiku, ini waktu  merindulah

Ketika ia berjalan hanya bersama kekasihnya menapaki padang pasir dimalam hari. Ketika ia berdiri dihadapan keluarganya dan hanya dicemooh oleh paman-pamannya. Ketika ia berjalan menuju sebuah penduduk yang diharapkan keimanannya namun membalas dengan luka berdarah dikakinya. Ketika ia ditinggalkan oleh paman dan istrinya menuju Rabb-nya. Ketika ia berlindung di sebuah ceruk bersama seorang sahabat berbatas dengan musuh-musuh yang siap membunuh hanya berbatas sarang laba-laba. Ketika akhirnya disambut meriah di Yasrib. Ketika peperangan panjang dimulai. Dan ketika kemenangan akhirnya diraih. Ia tak menjadikan semuanya sebagai batas antara kerinduan dengan kebahagiaan. Ia menyatukan keduanya, kerinduan yang bahagia atau bahagia dengan kerinduan atas Rabb-nya.

Bila kutanyakan tentang penolakan kaumnya, tentang luka dikaki dari Thaif, tentang maut yang demikian dekat, mungkin jawabnya adalah kerinduan juga. Juga demi malam-malam yang membuatnya berdiri hingga kakinya melepuh, ataupun tangisnya yang panjang atas syukur. ah, seluruhnya demikian hebatnya. Namun bahasa semuanya hanyalah kerinduannya atas ALloh telah mengalahkan semua perih perjuangan dakwah. ialah Rasulullah, kekasih Alloh, suri tauladan yang baik.

Namun saudaraku, kerinduannya pada Alloh tak membuat Rasul melupakan ummatnya. Bahkan saking cintanya pada ummat ia telah memilih pulang kebumi ketika ia telah berada di sidratul muntaha, juga bibir mulianya yang terus mengucapkan kata kecintaannya pada kita : ‘ummati, ummati, ummati’ ketika maut siap mengantarkannya pada yang ia rindui. Ah, kini aku sendiri menimbang-nimbang kerinduanku sendiri, ketika malam tak terbangun, ketika hari-hari terlewat tanpa hafalan, tanpa juz-juz quran, ketika pekan berlalu dengan dunia yang sibuk, ketika tahun berganti dan aku masih tak mampu merindui-mu wahai Rosul…. Allohumma sholi’ala Muhammad wa’ala ‘ali Muhammad….hanya setipis ini dan hanya sebuah upaya untuk mendekati ruhmu yang suci…. semoga (omar t.)

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

4 thoughts on “Syair Kerinduan Sang Rasul”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s