melihat kaca

aku datang pada sebuah ruang, sebuah susunan waktu menurut relativitasnya. sebuah bisikan tiba-tiba menyelusup diantara daun telingaku, seiring juga dengan desir darah dari jantungku yang makin lama makin menderas. meriap seperti ombak, lalu bergelombang dikepalaku. ini luka punya siapa kata chairil anwar melihat kaca, tapi aku melihat lebih dari itu. kalau jujur, aku mampu melihat segala keburukan yang ada didalam wajah sok suci ini, bahkan sampai yang terburuk. juga sekaligus melihat kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan, tapi semuanya hanya sekeping jika dibandingkan dosa yang sebesar lautan, sedalam palung palung di Mindanau.

lalu kembali kutelusuri buku-buku Russel yang menyatakan semua hanya proses, tak ada apapun melainkan proses, tapi bagaimana kalau Edington mengatakan segala-galanya adalah jiwa kehidupan? bagaimana dengan jiwaku? aku semakin tak menemukan jawaban dari pertanyaan pertanyaan. sebab pertanyaan memanglah milik orang-orang yang mengedepankan otak dibandingkan hati. bagi mereka yang mengedepankan hati, cukuplah diam, tenang, dan terpusat. menjelma batu, menjadi alam semesta itu sendiri, sekaligus menyadari satu keeksisan fana manusia ini akan segera tercerabut. seperti rumput-rumput yang disabit dari dangau.

maka ketika aku diam, segala-galanya nampak mungkin. alam berbicara denganku, bahkan doa-doa adalah interaksi yang terus kulakukan. melalui nafas, aku berbicara dengan tumbuhan. sebab hembusku ia hisap dan hembus nafasnya kuhisap. kami saling mencintai. demikian juga dengan angin, ketika ia berhembus aku memeluk dinginnya, dan jika ia dingin, ia menghisap panas tubuhku. bahkan langit, serta doa-doa. semuanya menjabarkan bagaimana telah sempurnanya nikmat… tapi mengapa masih mendustakannya?

“maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” 55:55

Advertisements

6 Comments

  1. Dunia yang jadi tempat transit ini memang kadang melenakan. Seperti kata Rasulullah, ingat mati adalah sebuah pengingat manjur.

    Off-kan pikiran, On-kan hati untuk mengakses ‘rasa’ sehingga nikmat dari Allah lebih terasa dan kita menjadi lebih bersyukur. 🙂

    Kunjungan balik, bro. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s