Hatiku Mengapa Menangis

“hati selalu jujur. sangat jujur bahkan. ia tinggal dalam salah satu rongga dalam tubuhmu, tapi kau mungkin tak tahu dimana. hati yang di rongga perutmu itu adalah daging, tapi bukan itu yang ingin kukatakan padamu” lelaki tua itu mengangkat peci hitamnya sambil mengamati mata seorang bocah yang perpendar, kebungungan dengan kata-kata sang kakek.

“Hati yang ada dijiwamu akan mengatkan hal yang menyenangkan. meskipun lebih sering mengatakan yang sebaliknya. seperti ketika kau ingin meninggalkan ibadah shalat ashar karena sedang bermain, tiba-tiba ia mengusikmu. atau ketika kau memakan kue temanmu, ia akan menghujatmu diam-diam, tapi kau bisa mendengarnya bukan?” rambut sang kakek tergerai oleh angin pantai. beberapa burung camar memekikan suara mistisnya, seperti mengetahui pembicaraan mereka. pasir dan ombak hanya melakukan apa yang sepanjang usia mereka lakukan, berdebur, lalu tergulung kembali kelaut.

anak kecil itu menatap mata kakeknya sambil mengusap air mata dipipinya. ” Tapi, hatiku ingin menangis ketika mengingat ayah dan ibu kek” isaknya. sang kakek melihat ketengah lautan sambil menunjuk dengan jari tangannya

“lihatlah laut dan dengarkan hatimu Mar” sang kakek berjalan menjauh, tergradasi angin, lantas menghilang. tepat seperti asap rokok yang membumbung, lantas terhambur dan menghilang…

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

14 thoughts on “Hatiku Mengapa Menangis”

    1. dalam kecelakaan kapal yang mengerikan mereka hilang.. sempat dihentikan encariannya tapi akhirnya ada sesuatu yang terjadi… jadi tunggu sadja novelnya keluar ya… oemar timb.

      Like

  1. Jujur! “Berhati-hatilah pada orang yang selalu jujur. karna kau tak pernah tau kapan dia tidak jujur.” kata Kapten Jack Sparrow yang terkenal suka ngibul,(belum titik. masih mikir..)

    Like

    1. tapi hati hati juga pada orang yang bohong. sebab tidak ada yang tahu kapan dia jujur… dan kadang kejujurannya itu sangat berperan pada kebaikan publik… seperti mereka yang menjabat mungkin… (gak tau ding)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s