Penyesalan dan Pembelajaran

tiba-tiba, hakim tidak bisa tidur malam itu. ia hanya mengedip-kedipkan mata mengamati langit-langit kamarnya. kamar yang cukup luas, 3 x3 m, cat warna merah bata, pintu disebelah kiri, dan jendela disebelah kanan. sesekali Hakim melihat sebuah papan target di depan tempat dia merebahkan tubuh, tertulis jelas disana

Prof. Hakim, S.Pi., M.Biotech, PhD

berkeluarga, S2 , Athlete Merah

dari luar kamar terdengar suara katak yang memanggil kawan, atau kekasihnya. tak lupa jangkrik dan beberapa suara burung malam serta kelepak kelelawar melintas. ini sudah jam 01.00 tapi matanya tak mau mengatup menuju mimpi-mimpi (buruk) seperti biasanya.

“mengapa aku melakukan tindakan konyol dengan amarahku yang akhirnya kusesali? apa itu penyesalan? mengapa aku merasa bersalah ? mengapa rekan-rekan yang menyatakan dirinya ‘terdidik’ secara keislaman justru bersaing untuk membangun rumah-rumah mewah dan mengisi kajian mereka dengan ghibah bertopeng ibrah? mengapa aku harus bergerak sendiri sebelum yang lain ikut bergerak? mengapa aku lebih mencintai penyendirian daripada keramaian? mengapa dan mengapa…. terus mengalir dikepalanya. semakin lama semakin ruwet dan kacau.

“ah, aku harus memetakan pikiranku. aku tidak mau terserang migrain untuk keseribu kalinya. cukup” katanya sambil bangkit dari tidur, sarung berwarna merah bata yang ia pakai masih rapi. peci diletakkan diluar, mengikuti gaya pak kyai setempat (menyesuaikan agar diterima dakwah ‘kata sang bos’)

malam itu ia menyalakan matanya sampai larut, berlembar lembar pemetaan pikiran yang dilakukan, maka ada satu hal yang ia dapatkan disini. dikekacauan tulisannya.

“baiklah, penyesalan itu justru menjadi pembelajaran yang sangat berharga. tapi hanya jika diikuti dengan tindakan. maka mulai hari ini…. saksikan wahai diri, aku adalah pelaku… bukan pemimpi”

lalu Hakim pun tidurlah, menyelam dalam mimpi-mimpi (buruk)nya sebelum adzan subuh memanggilnya dua jam kemudian….

Advertisements

18 Replies to “Penyesalan dan Pembelajaran”

    1. memang menyenangkan bisa bertemu dengan penyesalan dan pembelajaran. asal tidak sampai terjerumus pada titik-titik nadir kesadaran mbak… sebab hakim hampir gila malam itu kalau tidak ditolong oleh ALlah… hiiii

  1. bc tulisan antm seperti menjajaki malam-malam selama 4 th setengah d kota itu..brkawan malam, buku brkunci ato layar kedip2 n insomnia ringan sblm akhrny terlelap d ujungny..

  2. Far away
    This ship is taking me far away
    Far away from my memories
    Of the people who care if I live or die

    The starlight
    I will be chasing your starlight
    Until the end of my life
    I don’t know if it’s worth it anymore

    muse – starlight

  3. mimpi saya kadang sesuai dengan apa yang saya pikirkan.waktu lagi desperate, mimpi dikejar-kejar pembunuh nyampe terbangun kaget dan berkeringat juga pernah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s