Monoton dan Menonton Alamku

dalam hidup yang begitu cepat berjalan ini, seorang ayah pernah bertanya pada anaknya

“apakah yang kau inginkan dalam hidupmu” senyumannya menentramkan sekali

” aku ingin hidup dengan bahagia dan tidak mempunyai masalah. sangat damai sekali” jawab anaknya

sang ayah kemudian memandang langit dan pepohonan disekitarnya dan berkata pada anaknya: “lihatlah nak”

” Apa?” tukas sang anak

“Bagaimana menurutmu jika semua tanah rata, semua pohon sama, dan langit berwarna sama  dan itu berjalan seumur hidupmu?”

sang anak terdiam dan kemudian menjawab “sangat membosankan”

“Ya, sangat membosankan”

sang anak berfikir dan mengerti dalam hatinya. bahwa hidup tak semestinya datar dan membosankan.

“tapi aku tak mau mendapatkan masalah. aku ingin damai yah”

maka sang ayah mengatakan dengan lembut

seperti alam yang indah ini, maka jadikan semua masalahmu sebagai lukisan dalam jiwamu. namun teruslah bersyukur. sebab ia akan menarikmu pada sebuah dunia yang penuh kedamaian. walaupun onak duri menghalangi langkahmu”

Advertisements

17 Replies to “Monoton dan Menonton Alamku”

  1. Naik turunnya alur kehidupan yang kita alami menjadikan kita bisa mengenang masa-masa iitu. Kenangan itulah yang membuat hidup kita menjadi tak membosankan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s