Tugas Akhir, Akhiri Tugas

Ketika aku mengatakan “Wah sulit sekali nyelesaiin tugas akhir ini”

tiba-tiba terbaca “dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah” (14:20)

aku teringat kepada sebuah potongan pembicaraan antara aku dan pikiranku/ me and myself/, lets check it out:

maka pemuda berambut keriting itupun memikirkan beribu-ribu lintasan pikiran yang memasuki kepalanya.  dihadapannya ada hutan rimba dan gunung tinggi menghadang. sedangkan dibelakang sana ada sebuah rawa-rawa penuh buaya. dan selebihnya hanyalah tebing curam dengan tulang-tulang manusia yang berserakan di dasarnya.

wahai Umar Hakim, lintasan pikiran itu kalau dipikirkan akan mengarahkan pada persoalan yang lebih rumit. dan ia  lebih sering menjadi beban daripada alat pertolongan

kata-kata ini kembali terkenang di kepalanya. maka demi mengingat sebotol obat yang akan mengobati luka payah yang dialami ibunda dan ayahandanya di bilik rumah reyotnya, iapun kembali berpikir. kali ini ia memfokuskan pikirannya pada tujuan akhir, pada obat itu. bukan pada hutan rimba, bukan pada gunung, bukan pada buaya, bahkan bukan pada kekasihnya. ia melupakan semuanya kecuali satu tujuan.

hai Umar Hakim : maka ada waktu untuk berfikir dan ada waktu untuk bertindak

kata-kata inilah yang kemudian melesat seperti anak panah di udara. menancap di ingatannya dan membuat kakinya melangkah, matanya berbinar, pikirannya lapang, hatinya terterangi cahaya, dan senyum mengembang.

ya… demi sebuah pengorbanan, semuanya menjadi kebahagiaan. ketika kita memiliki tujuan, hidup tak lebih dari jalan-jalan di taman yang uiiiiinnnnndaaaaaaaaaaaah banget…..

ayah, ibu izinkan anakmu ini mengakhiri tugas dengan lepas…. dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang……

tap….suara kakinya pertama menginjak lantai hutan yang basah di kegelapan malam…..

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

17 thoughts on “Tugas Akhir, Akhiri Tugas”

  1. Terkadang kita mengalami kesulitan justru karena fikiran kita sendiri yg terlebih dahulu menilai dan berprasangka bahwa sesuatu itu sulit sebelum kita mencobanya. Padahal setelah dilewati ternyata tidak seperti yg dibayangkan. Dan ALLAH tempat kita meminta itu MAHA BERKUASA, tidak ada yg sulit bagi ALLAH.

    Like

  2. wah.. diingatkan. kalau sy tugas akhirnya blm selesai karena blm sungguh2 dan komputernya mati2 trs. Alhamdulillah, sudah dimulai lg. Semoga dimudahkan ya… 🙂

    Like

  3. ASSALAAMU’ALAIKUM..

    KEPADA SAHABATKU… SAMBUTLAH UCAPAN DARIKU. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH KU SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAHABATAN KITA.

    SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM PERPISAHAN “BERJARAK” DARI SAYA DI BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD-

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s