Buluh Bambu, Dan Nyanyian

“mengapa kau menangis bocah?”

“karena aku tak mendapatkan mimpiku”

“bukankah kau masih bisa mengejarnya”

“ia seperti layang-layang yang putus, sudah tersangkut di pohon entah”

“lalu megapa tak kau buat lagi layang-layang baru, bukankah kau punya buluh bambu, tali, dan kertas? tanya ibuku”

ah, sobat masih ingat lagu masa kanak-kanak kita yang bergembira?

“kuambil buluh sebatang

kuraut dan kutimbang dengan benang

kujadikan layang-layang”

atau

“disini senang

disana senang

dimana-mana hatiku senang

lala lala lalala

lala lala lalala

lala lala lala

lalalala”

bukankah ketika kita mengingat masa lalu, menikmati semuanya apa adanya dan penuuuuh kesyukurran… semuanya menjadi indaaaaaaaaaah buanget?

“lakukan semuanya dengan rasa senang dan bahagia” Ustadz Syathori abdurrauf

umarhakim8@gmail.com

Advertisements

Published by

HaKim

mari mengenang masa lalu mari menghayalkan masa depan mari memikirkan masa kini

15 thoughts on “Buluh Bambu, Dan Nyanyian”

  1. Segala hal yang telah berlalu akan selalu indah tuk dikenang…Dan semoga meski telah begitu jauh kita berjalan, mimpi itu takkan pernah usang ditelan sang zaman…

    Terima kasih atas kunjungannya. Blog nya sudah saya link juga.

    Like

  2. Assalamu’alikum,
    Masa lalu adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita yang sekarang ini, yang membentuk kita menjadi peribadi yang sekarang ini, bila kita mengingat semuanya dengan penuh rasa syukur kepada Allah, tentunya semuanya menjadi sangat indah. (dewi Yana0 kunjungi juga blog lama saya : http ://jalandakwahbersama.wordpress.com

    Like

  3. @ hak1m : suer..seumur-umur saya belum pernah tau gimana rasanya ngejar layangan. apa senangnya? dan apa sedihnya kalo layangan yang dikejar nggak dapet juga? it’s just a game, isn’t it? life is a game. laisaddunya illa lahwun wa la’ib..

    Like

  4. @dewi yana
    yup… memang jalan di depan ada juga jalan dibelakang mbak… oke saya kunjungi

    @adistya
    Mmm.. enaknya tuh karena ngejar bareng-bareng sama temen… dan ukhuwah juga seperti itu khan,,, mengejar layang-layang yang telah tumbang eh terbang… biar bisa di tegakkan lagi…. semoga….

    @yulifia
    akhirrrrnyyyaaaaa…… ada yang nyadar…

    Like

  5. iya… soale aneh aja… buluh-nya barusan diambil tapi langsung diraut dan ditimbang… nggak pake dipotong dulu…
    (ra isa mbayangne piye carane ngulukke pring lonjoran gedhe, dipasangi kitiran mungkin)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s